Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat penanganan secara terpadu dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
"Setiap unsur satgas menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, dengan tetap melaporkan perkembangan situasi di lapangan secara berkala," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib di Palangka Raya, Rabu.
Dia mengatakan, saat ini penanganan karhutla terus diperkuat melalui Operasi Siaga Darurat Karhutla dengan melibatkan satgas udara, satgas darat, serta unsur gabungan lintas sektor.
"Seluruh personel bekerja sesuai tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan," katanya.
Di lapangan, kata dia, seluruh personel terus bergerak melakukan patroli, pemadaman, pendinginan area terdampak, serta langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Satgas udara mengerahkan armada patroli udara untuk melakukan pemantauan wilayah rawan karhutla. Helikopter water bombing atau pengebom air juga disiagakan mendukung pemadaman berdasarkan hasil pemantauan dan kebutuhan di lapangan.
Satgas darat, tambah dia, mengerahkan 17 regu yang bertugas melakukan pemadaman, patroli kawasan rawan, pendinginan lokasi terbakar, serta mendukung respons cepat terhadap laporan kebakaran di sejumlah wilayah.
Salah satu lokasi prioritas penanganan berada di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
Operasi gabungan di wilayah tersebut diperkuat 32 regu dari berbagai unsur, di antaranya BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta unsur pendukung lainnya.
Fokus kegiatan meliputi pemadaman titik api, pendinginan lahan gambut, patroli kawasan rawan, serta upaya pencegahan agar api tidak kembali muncul dan meluas.
Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, terpantau sebanyak 256 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah pada 4 Agustus 2026.
Selain upaya pemadaman, satgas karhutla juga terus melaksanakan kegiatan pencegahan melalui patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.