Pemprov Babel percepat Bangka Barat sebagai daerah swasembada beras - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung percepatan Kabupaten Bangka Barat sebagai daerah swasembada beras, guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di daerah itu.

"Optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas, Bangka Barat memiliki peluang realistis untuk mempercepat swasembada," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan saat ini Kabupaten Bangka Selatan yang menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil swasembada beras dengan produksi beras sebesar 26.507 ton, atau setara 29.483 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini jauh di atas kebutuhan beras Bangka Selatan pada 2026 yang diproyeksikan sebesar 19.335 ton, sehingga menghasilkan surplus produksi.

"Setelah Bangka Selatan, Bangka Barat ini dinilai memiliki potensi terbesar untuk mencapai swasembada beras, karena tingkat ketersediaan beras mencapai 28,13 persen, atau di atas produksi kabupaten lainnya seperti Bangka 19,09 persen, Belitung Timur 13,85 persen, Belitung 2,39 persen dan Bangka Tengah sebesar 2,17 persen," katanya.

Ia menyatakan produksi beras di Bangka Barat relatif tinggi yaitu sebanyak 4.758 ton atau setara 25.792 ton GKG dan terbesar kedua setelah Bangka Selatan.

Selain itu, luas lahan baku sawah (LBS) di Bangka Barat yang cukup mendukung, yaitu 2.453 hectare atau juga terbesar kedua setelah Bangka Selatan seluas 15.356 hektare, dengan potensi luas panen setara mencapai 9.684 hektare.

Ia menyatakan untuk mendukung percepatan swasembada di Bangka Barat ini, DPKP Provinsi Kepulauan Babel melakukan ekstensifikasi lahan, melalui optimasi dan rehabilitasi lahan pertanian yang belum tergarap optimal, guna memperbesar luas panen mendekati potensi LBS yang dimiliki.

Selain itu, intensifikasi produksi, dengan penggunaan benih bermutu, unggul, peningkatan indeks pertanaman, serta penerapan alsintan pra dan pasca panen untuk menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu panen.

"Kami terus melakukan penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan dan penguatan SDM petani dan perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi lahan produktif ke penggunaan non-pertanian," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.