Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dengan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam menangani konflik di Papua.
“Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian,” kata Agus saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu.
Menurutnya, kolaborasi akan mendukung operasi yang telah dilakukan oleh TNI mengingat Papua merupakan wilayah yang sangat luas dan memiliki banyak pegunungan.
Belakangan terjadi beberapa konflik di wilayah Papua. Baru-baru ini, seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.
Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pelaku kekerasan terhadap Aris Sanda.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna menjelaskan Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka sebelum kendaraannya dicegat kelompok bersenjata di tengah perjalanan. Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang.
Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke Wamena, sedangkan Aris ditahan dan dibawa kelompok tersebut berjalan ke arah Danau Habema.
Setelah menerima laporan kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, (16/9).
Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat serta memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ucapnya.