Pemkot Palangka Raya ajak masyarakat gunakan ruang oksigen cegah dampak karhutla
Senin, 14 September 2026 17:42 WIB
Ilustrasi. Ruang Oksigen. (ANTARA/Rendhik Andika.)
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengajak masyarakat memanfaatkan ruang oksigen yang telah disiapkan di sejumlah fasilitas kesehatan sebagai langkah mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan di Palangka Raya, Senin mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah.
"Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap," katanya.
Sebanyak 11 puskesmas tersebut yakni Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.
Riduan mengatakan, selain menyiapkan 11 ruang oksigen, pihaknya juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan guna memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Ia menjelaskan, Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ISPA sebagai salah satu dampak yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
Keberadaan ruang oksigen tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya penanganan dampak kabut asap, terutama bagi masyarakat yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan. Masyarakat juga diimbau segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala akibat paparan asap.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya percepat aktivasi identitas kependudukan digital
Selain fasilitas yang disiapkan Pemkot, dukungan penanganan dampak kabut asap juga datang dari berbagai pihak. Pemkot berharap keberadaan berbagai fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak kesehatan akibat kabut asap.
Selain menggunakan fasilitas kesehatan, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Riduan menegaskan penanganan dampak karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak melalui penyediaan fasilitas oksigen diharapkan dapat memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Baca juga: Mahasiswa UPR kembangkan bedak dingin dari arang kayu tumih dan daun putat
Baca juga: Disdik Palangka Raya perpanjang PJJ akibat kualitas udara berbahaya
Baca juga: DLH Palangka Raya perkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.