Pemkot Medan manfaatkan tracing perketat penanganan penyakit TB - ANTARA News Sumatera Utara

July 2026 · 2 minute read

Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara memanfaatkan strategi tracing (pelacakan) secara aktif sebagai upaya memperketat penanganan tuberkulosis (TB) di wilayah itu.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan langkah tersebut merupakan upaya pemerintah memutus rantai penularan dan mendukung program prioritas penekanan angka TB nasional.

"Penanganan TB tidak bisa lagi dilakukan secara pasif dengan hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Penanganan harus menyasar hingga ke kontak erat atau suspect di sekitar penderita," ujar Rico Waas di Medan, Rabu.

Ia mengatakan pelacakan yang dilakukan menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi penyakit menular TB sehingga dapat ditindaklanjuti sejak dini.

Selain itu, kata dia, kegiatan itu juga akan menyasar terkait edukasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya TB.

"Artinya kita harus jemput bola. Selain tindakan medis, pemahaman masyarakat tentang bahaya TB juga harus ditingkatkan secara menyeluruh agar warga tidak ragu melaporkan potensi kasus di lingkungan masing-masing," kata dia.

Rico Waas menyebut pemerintah yang dipimpinnya bakal melaksanakan kegiatan pelacakan TB di 661 lokasi sesuai data dari Kementerian Kesehatan.

"Pemkot Medan siap melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tracing di 661 titik pelacakan," sebut dia.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus sebelumnya mengatakan penurunan penyakit menular TB menjadi salah satu fokus pemerintah.

Ia mengatakan Indonesia menjadi negara tertinggi kedua kasus tuberkulosis dengan 10 persen di dunia.

"Tracing kasus tuberkulosis dari upaya mempercepat eliminasi dan pemberantasan penyakit tersebut di tanah air," ujar Benjamin.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.