Rabu, 22 Juli 2026 - 18:00 WIB
Wolfburg, VIVA – Volkswagen Group menghadapi tekanan besar untuk memangkas biaya operasional di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada puluhan ribu pekerja, dengan total sekitar 140 ribu karyawan disebut berada dalam risiko kehilangan pekerjaan dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Rabu 22 Juli 2026, jumlah tersebut berasal dari beberapa rencana efisiensi yang tengah disiapkan perusahaan. Sebelumnya, Volkswagen telah berkomitmen mengurangi sekitar 50 ribu posisi kerja di berbagai unit bisnisnya sebagai bagian dari program penghematan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, langkah tersebut tampaknya belum dianggap cukup. Dalam memo internal yang dikirim kepada karyawan, Chief Executive Officer Volkswagen Group, Oliver Blume, menyebut perusahaan masih mempertimbangkan pengurangan sekitar 50 ribu pekerja tambahan untuk meningkatkan daya saing.
Baca Juga
Tak hanya itu, rencana penutupan sejumlah fasilitas produksi setelah 2030 juga diperkirakan dapat berdampak pada sekitar 40 ribu pekerja lainnya. Jika seluruh skenario tersebut terealisasi, jumlah tenaga kerja yang terdampak bisa mencapai sekitar 140 ribu orang.
Salah satu alasan utama di balik langkah efisiensi ini adalah tingginya biaya operasional Volkswagen dibanding para pesaingnya. Perusahaan mengungkapkan saat ini memiliki beban biaya sekitar 20 persen lebih tinggi dibanding kompetitor.
Baca Juga
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan Volkswagen untuk bersaing, terutama di tengah perubahan industri yang bergerak cepat menuju kendaraan listrik dan meningkatnya tekanan dari produsen otomotif asal China yang menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif.
Selain tenaga kerja, restrukturisasi juga disebut dapat memengaruhi portofolio produk Volkswagen Group. Sejumlah model dikabarkan masuk dalam evaluasi sebagai bagian dari upaya menyederhanakan lini kendaraan demi menekan biaya pengembangan dan produksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa model yang disebut berada dalam daftar evaluasi antara lain Volkswagen Polo, Skoda Fabia, Skoda Kamiq, Audi Q5 Sportback, hingga beberapa model Porsche seperti Taycan, Panamera, dan Cayenne Coupe.
Dalam memo tersebut, Oliver Blume juga mengakui perusahaan masih belum memiliki kepastian mengenai pemanfaatan sejumlah pabrik di Jerman setelah 2030. Beberapa fasilitas produksi disebut masih memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum keputusan akhir diambil.
Halaman Selanjutnya
Pembahasan mengenai langkah efisiensi tersebut dijadwalkan berlanjut dalam serangkaian pertemuan antara manajemen Volkswagen dengan perwakilan pekerja mulai akhir Agustus mendatang. Hasil pembahasan tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah restrukturisasi salah satu grup otomotif terbesar di dunia itu dalam beberapa tahun ke depan.