Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi menyebutkan produksi cabai dari petani lokal baru mampu memenuhi sekitar dua persen dari total kebutuhan cabai di daerah itu yang mencapai sekitar 12 ton per hari.
Kepala DPKP Kota Jambi Evridal Asri di Jambi, Senin, mengatakan kebutuhan cabai Kota Jambi sebagian besar masih dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah, seperti Brebes, Yogyakarta, Sleman, dan Magelang.
"Sekitar dua persen dari total kebutuhan cabai yang bersumber dari petani Kota Jambi," katanya.
Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat ketersediaan cabai di Kota Jambi turut dipengaruhi kondisi produksi dan cuaca di daerah sentra penghasil.
Berdasarkan pemantauan DPKP Kota Jambi pada 21 September 2026, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional masih berada rata-rata pada kisaran Rp64 ribu per kilogram.
"Harga cabai rawit merah ini tercatat relatif tinggi dan tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya," katanya.
Menurut Evridal, kenaikan harga tersebut dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga berdampak terhadap produksi.
"Petani masih ada yang dapat melakukan panen, sedangkan beberapa lainnya mengalami gagal panen," kata dia.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan cabai ke pasar berkurang sehingga harga mengalami kenaikan dari harga normal yang berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Pihaknya melalui Satgas Pangan dan organisasi perangkat daerah terkait melakukan pengawasan harga pangan secara berkala di pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
"Kami juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sedikitnya dua kali dalam sebulan," kata Evridal.
DPKP kota setempat telah melaksanakan 20 kali GPM hingga saat ini dari target 28 kali dalam setahun, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau sekaligus menekan dampak terhadap inflasi.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan dan Stabilisasi Bapokting Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi Dadan Sulaiman mengatakan kenaikan harga cabai cukup mempengaruhi konsumsi masyarakat, terutama pelaku UMKM, sehingga diharapkan harga komoditas tersebut segera kembali turun.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.