Pemkot Bengkulu sebut CKG salah satu upaya cegah penyebaran ISPA - ANTARA News Bengkulu

September 2026 · 2 minute read

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu saat ini menggencarkan melaksanakan program cek kesehatan gratis (CKG) sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran penyakit salah satunya yaitu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Hal tersebut dilakukan sebab, kasus ISPA di Kota Bengkulu sejak Januari hingga awal September 2026 telah mencapai 5.156 kasus untuk semua umur, termasuk bayi usia di bawah lima tahun (balita), lanjut usia (lansia) dan dewasa.

"Perkembangan ISPA di Kota Bengkulu sebenarnya semua umur itu 5.156 kasus. Untuk screening termasuk CKG bisa mengantisipasi potensi warga yang mengidap penyakit salah satunya yaitu ISPA," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Rabu.

Ia menyebut bahwa kasus tertinggi ISPA ditemukan di Kecamatan Sukamerindu, Kota Bengkulu, dan berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bahwa penyebab tingginya kasus infeksi saluran pernapasan atas dikarenakan wilayah padat penduduk.

Untuk itu, Dinkes Kota Bengkulu bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait lainnya akan melakukan sosialisasi terkait kebersihan, sanitasi lingkungan, dan lainnya.

Selain itu, peningkatan kasus ISPA di Kota Bengkulu salah satunya disebabkan karena perubahan cuaca seperti dari musim kemarau menuju musim penghujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi agar terhindar dari penyebaran penyakit ISPA.

Kemudian mengurangi konsumen makanan yang berminyak dan minuman dingin sebab dapat menyebabkan batuk serta menghindari mengkonsumsi makanan cepat saji, serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat dapat mengantisipasi masyarakat agar terhindar terinfeksi penyakit ISPA.

Nelly melanjutkan, bagi masyarakat yang sensitif terhadap udara agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna terhindar ISPA, sebab jika kondisi imun tubuh menurun maka mudah terjangkit ISPA khususnya saat terpapar debu dan cuaca panas.

Namun, jika warga terinfeksi ISPA dengan gejala batuk dan pilek diimbau untuk mengkonsumsi obat yang biasa dimakan atau dijual bebas dipasaran namun tidak ada perubahan, maka dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.