Pemkot Banjarmasin dirikan toilet umum di penataan pemukiman pinggir sungai - ANTARA News Kalimantan Selatan

September 2026 · 2 minute read

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendirikan toilet umum di penataan pemukiman pinggir sungai di wilayah Sungai Baru dan Pekapuran Laut.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR saat meresmikan toilet umum Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis, menyatakan, setelah wilayah tersebut ditata bangunannya dan sungainya dinormalisasi, kebutuhan sanitasi bagi masyarakat dipenuhi.

Menurut dia, pembangunan fasilitas sanitasi berupa toilet umum tersebut terealisasi berkat dukungan penuh program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT Air Minum Bandarmasih, BUMD milik Pemkot Banjarmasin.

Yamin menyatakan, hadirnya toilet umum yang lebih representatif ini bukan sekadar upaya untuk menata lingkungan permukiman, khususnya di bantaran sungai. Tetapi, juga sebagai upaya menghentikan kebiasaan warga buang air kecil (BAK) dan BAB sembarangan langsung ke sungai.

"Setelah sebelumnya kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk menormalisasi sungai, kami melihat kondisi pengelolaan sanitasi di sini agak kurang, sehingga kami bersama PT AM Bandarmasih memanfaatkan lahan milik Pemkot yang ada di sekitar untuk kemudian dibangun toilet," ujar Yamin.

Yamin mengingatkan sudah semestinya tidak ada lagi jamban atau toilet apung di sungai yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. 

Mengingat masih adanya jamban yang terlihat, Yamin dibantu tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin langsung membongkar jamban terakhir yang ada di kawasan tersebut.

Ke depan, Yamin meminta unsur perangkat daerah terkait seperti Camat dan Lurah terutama yang wilayahnya berada di jalur sungai agar dapat turun melakukan pengecekan apabila masih didapati jamban-jamban liar.

"Kita tentu tidak ingin lagi ada jamban yang berada di badan sungai apalagi sampai ke tengah sungai. Ada beberapa wilayah, seperti Kelayan misalnya itu perlu jadi perhatian," ucapnya.

"Makanya perlu pendekatan persuasif juga oleh pihak kecamatan dan kelurahan di kawasan lain agar dapat mensosialisasikan ke masyarakat untuk beralih dari praktik MCK tradisional (jamban, red) ke toilet pribadi atau umum yang sesuai standar sanitasi," katanya.

Dengan adanya program tersebut, Yamin berharap pengelolaan sanitasi termasuk air limbah di Kota Banjarmasin itu dapat lebih optimal, aman dan merata.

"Tentu ini bentuk ikhtiar kita untuk mengurangi pencemaran lingkungan," kata Yamin.

Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.