Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi melalui operasi pasar menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengatakan pemerintah kota bergerak cepat menindaklanjuti hasil Rakor Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 dipimpin Kemendagri bersama pemerintah daerah se-Indonesia.
"Kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi global hingga meningkatnya harga gabah yang berdampak pada harga beras di Banjarbaru," ujar Lisa usai mengikuti rapat secara virtual itu.
Menurut Lisa, kenaikan harga bahan pokok itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai kondisi global hingga harga gabah meningkat sehingga diambil langkah konkret agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Baca juga: Wali Kota Lisa tetapkan status Banjarbaru siaga karhutla
Ia menjelaskan kebutuhan beras masyarakat Banjarbaru sebagian besar masih dipasok dari Pulau Jawa dan distribusi menghadapi tantangan tingginya biaya angkutan akibat mahal dan terbatasnya pasokan solar.
"Kami menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai intervensi pasar seperti operasi pasar, dan gerakan pangan murah," ucapnya.
Dikatakan Lisa, selain pengendalian harga pangan, perangkat daerah juga diminta mencermati kenaikan harga LPG subsidi tabung 3 kilogram serta pengawasan apabila diperlukan agar distribusinya tetap tepat sasaran.
"Kami optimistis sinergi pemkot dan Bulog, seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan laju inflasi dapat dikendalikan," katanya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.