Leandro Paredes Dinilai Pantas Dapat Hukuman Berat 10 Pertandingan

July 2026 ยท 3 minute read

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada

Perbesar

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Liputan6.com, Jakarta - Leandro Paredes menjadi perhatian setelah kericuhan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina. Gelandang Boca Juniors itu kini dinilai pantas mendapatkan hukuman berat atas tindakannya di lapangan.

Laga yang berlangsung di Stadion New York New Jersey berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Ketegangan memuncak setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.

Situasi semakin memanas ketika peluit panjang dibunyikan. Leandro Paredes terlibat dalam insiden yang melibatkan Eric Garcia dan Gavi hingga memicu kritik dari berbagai pihak.

Eks Wasit FIFA Minta Hukuman 10 Pertandingan

Kericuhan usai final Piala Dunia 2026 dimana Leandro Paredes jadi biang keladinya

Perbesar

Kericuhan usai final Piala Dunia 2026 dimana Leandro Paredes jadi biang keladinya (AFP)

Mantan wasit FIFA, Keith Hackett, menilai FIFA harus mengambil langkah tegas terhadap Leandro Paredes. Menurutnya, hukuman berat diperlukan agar otoritas sepak bola dunia tetap memiliki wibawa.

"Benar sekali. Saya pikir ini setidaknya harus dihukum larangan bermain selama 10 pertandingan. Ini adalah panggung sepak bola dunia. Tindakannya sangat buruk, memalukan, dan tidak bisa diterima."

Hackett juga mengaku lega setelah mengetahui wasit telah mengeluarkan kartu merah kepada Paredes. Ia berharap FIFA tidak berhenti pada hukuman di lapangan dan memberikan sanksi tambahan.

"FIFA tentu sangat tidak senang dengan gambar-gambar yang tersebar. Akhir dari Piala Dunia ini justru diwarnai tindakan brutal dan perilaku yang tidak dapat diterima."

Menurut Hackett, FIFA harus memanfaatkan kasus tersebut sebagai momentum untuk menegaskan standar disiplin. Ia menilai badan sepak bola dunia memiliki tanggung jawab menjaga citra olahraga tersebut.

Kericuhan Warnai Akhir Final

Pemain Argentina Lionel Messi (dari kanan), Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes

Perbesar

Pemain Argentina Lionel Messi (dari kanan), Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes meninggalkan panggung seusai menerima medali juara kedua dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Keributan pecah setelah para pemain Spanyol berlari ke lapangan untuk merayakan gelar juara dunia. Nahuel Molina lebih dulu terlibat insiden dengan Rodri sebelum suasana semakin memanas.

Di tengah kekacauan tersebut, Leandro Paredes terlihat melampiaskan emosinya kepada Eric Garcia dan Gavi. Aksi itu membuatnya mendapat kartu merah setelah pertandingan berakhir.

Final tersebut juga menuai kritik karena dianggap tidak menghadirkan kualitas permainan yang diharapkan. Selain minim peluang, pertandingan lebih banyak diwarnai pelanggaran dan ketegangan antarpemain.

Bisa Masuk Daftar Hukuman Terberat

Giorgio Chiellini (kiri) mengklaim bahwa ia digigit oleh Luis Suarez (kanan) dalam pertandingan babak penyisihan antara Italia dan Uruguay Piala Dunia FIFA 2014 grup D di Estadio Arena das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. EPA / Emilio Lavandeira JR

Perbesar

Giorgio Chiellini (kiri) mengklaim bahwa ia digigit oleh Luis Suarez (kanan) dalam pertandingan babak penyisihan antara Italia dan Uruguay Piala Dunia FIFA 2014 grup D di Estadio Arena das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. EPA / Emilio Lavandeira JR

Apabila FIFA menjatuhkan hukuman tambahan, Leandro Paredes berpotensi masuk daftar pemain dengan sanksi terberat dalam sejarah Piala Dunia. Kasus serupa sebelumnya hanya terjadi beberapa kali.

Luis Suarez pernah dijatuhi larangan sembilan pertandingan internasional setelah menggigit Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014. Sementara itu, Mauro Tassotti menerima hukuman delapan pertandingan usai menyikut Luis Enrique pada edisi 1994.

Apabila usulan hukuman 10 pertandingan benar-benar diterapkan, sanksi terhadap Leandro Paredes akan melampaui beberapa kasus terkenal di ajang Piala Dunia. Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan FIFA setelah seluruh laporan pertandingan diterima.

Sumber: Football Insider

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Argentina Dibungkam Spanyol, Lionel Messi Masih Kalah dari Cristiano Ronaldo Soal Ini