Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi anak usia sekolah melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) guna membentuk kebiasaan menabung dan kemandirian finansial sejak dini.
“Edukasi keuangan kepada anak penting dilakukan sejak bangku sekolah agar mereka memahami cara mengelola uang sekaligus membangun kebiasaan menabung untuk kebutuhan masa depan,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena di Ambon, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri program Goes to School yang diselenggarakan Bank CIMB Niaga di kompleks PDK Kota Ambon, Jalan Pattimura, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau.
Menurut Bodewin, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter disiplin serta mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan.
“Menabung adalah cara kita merancang masa depan. Jangan sampai anak-anak kita yang berprestasi terhenti pendidikannya di tengah jalan hanya karena keterbatasan biaya akibat risiko kehidupan yang dialami orang tua,” ujar dia.
Ia mengatakan Pemkot Ambon mendorong kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar SD hingga SMP melalui program Kejar. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses anak terhadap layanan keuangan sekaligus membangun budaya menabung sejak dini.
Bodewin mengapresiasi kontribusi Bank CIMB Niaga yang memberikan edukasi literasi keuangan sekaligus memfasilitasi pembukaan rekening bagi pelajar dalam kegiatan tersebut.
Bank CIMB Niaga juga memberikan stimulus berupa dana awal tabungan sebesar Rp100 ribu bagi setiap siswa yang membuka rekening.
“Jika anak-anak disisihkan uang jajannya Rp2.000 setiap hari secara konsisten, itu akan membentuk kebiasaan yang luar biasa. Anak-anak Ambon harus menjadi generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” kata Bodewin.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan Kota Ambon berhasil meraih Juara 1 Nasional Inklusi Keuangan setelah mengungguli dua kota lainnya yang masuk sebagai finalis, yakni Kota Bandung dan Kota Cirebon.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, serta masyarakat dalam memperluas akses dan pemahaman terhadap layanan keuangan.
“Prestasi Juara 1 Nasional ini merupakan bukti nyata atas kerja keras bersama antara Pemerintah Kota Ambon, OJK, industri perbankan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun literasi dan inklusi keuangan yang merata,” katanya.
Bodewin menegaskan Pemkot Ambon akan terus memperluas program inklusi keuangan, termasuk mendorong digitalisasi pembayaran melalui penggunaan QRIS di masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Program Goes to School tersebut turut melibatkan pelajar dan kepala sekolah dari SD Negeri 4 dan SD Negeri 65 Ambon serta dihadiri jajaran OJK Provinsi Maluku dan pimpinan OPD Pemkot Ambon.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.