Pemkab Sleman kuatkan pendidikan karakter menciptakan sekolah inklusif
Selasa, 1 September 2026 21:56 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan materi soal pendidikan karakter kepada pelajar SMP di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sleman pada Selasa (1/9). ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penguatan pendidikan karakter dan pencegahan tindak kekerasan jenjang SMP Tahun 2026 untuk memperkuat komitmen menciptakan sekolah yang aman, ramah anak, inklusif, dan berkarakter.
Bupati Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Selasa, menekankan pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, akhlak, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
"Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter dan pencegahan tindak kekerasan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan," katanya.
Menurut dia, anak-anak tidak cukup hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Bupati juga menyampaikan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, peserta didik, serta seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Lebih lanjut, Harda mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Menurut dia, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika seluruh warga sekolah memiliki empati serta saling menghormati, maka sekolah akan menjadi lingkungan yang jauh lebih aman dari tindakan kekerasan,” katanya.
Selain itu, Harda menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi peserta didik. Guru dan sekolah diharapkan dapat menjadi tempat yang mengayomi serta membangun hubungan yang memungkinkan anak untuk menyampaikan permasalahan tanpa merasa takut atau dihakimi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi melaporkan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan dan mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter baik dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Bagaimana di dunia pendidikan Kabupaten Sleman, kita mempersiapkan dan mendampingi anak-anak kita di sekolah supaya dapat terwujud karakter yang baik dan memiliki toleransi yang tinggi," katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap penguatan pendidikan karakter dan pencegahan tindak kekerasan dapat terus menjadi perhatian bersama seluruh satuan pendidikan.
"Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan sekolah yang aman, ramah anak, inklusif, dan berkarakter," kata dia.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026