Bupati : Santri korban dugaan keracunan di Sidoarjo tertangani dengan baik - ANTARA News Jawa Timur

September 2026 · 2 minute read
Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar

Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh pasien santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, Jawa Timur, korban dugaan keracunan makanan, yang dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah setempat tertangani dengan baik.

"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” kata Subandi usai mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.

Subandi menyatakan, jumlah pasien yang ditangani di RSUD Notopuro Sidoarjo berjumlah kurang lebih 200 santri, sementara di RS Delta Surya sebanyak 15 orang, dan sejumlah 58 santri juga dirawat di RS Islam Siti Hajar Sidoarjo.

Ia menegaskan bahwa seluruh santri korban telah terpantau dan mendapatkan penanganan medis dengan baik di masing-masing rumah sakit.

Subandi menyebut kondisi seluruh pasien terus membaik dan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan dalam kondisi sehat oleh tim medis.

Ia juga meminta para wali santri dan keluarga agar tidak khawatir karena pemerintah daerah bersama rumah sakit terus memaksimalkan pelayanan hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh.

"Santri yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapatkan pengawasan dari pihak rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali ke rumah," kata Subandi.

Dari pantauan ANTARA hingga pukul 21.50 WIB, sejumlah ambulans yang membawa santri masih berdatangan di pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo. Ratusan keluarga santri korban juga terpantau masih berada di rumah sakit.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.