Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika bersama aparat TNI bekerja sama mengirimkan bantuan logistik berupa bahan makan bagi masyarakat di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Pengiriman logistik berupa sembako tersebut dilakukan pada Jumat, melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara Yohanis Kapiyau-Timika, menggunakan helikopter milik TNI AU.
Bupati Mimika Johannes Rettob dalam dalam keterangan di Timika, Jumat, mengatakan saat ini seluruh masyarakat Distrik Jila sudah berkumpul di ibu kota distrik dan tidak melakukan aktivitas karena trauma dan takut setelah kejadian penyanderaan/pembawaan paksa sembilan perempuan di wilayah itu oleh kelompok bersenjata.
"Atas kerja sama antara Pemkab, TNI AD, dan TNI AU, hari ini kami kirimkan bantuan logistik seperti beras, telur, mi instan dan lainnya agar bisa dikirim hari ini," katanya.
Ia mengatakan bantuan logistik yang dikirim ini merupakan hasil kerja sama Pemkab, TNI AD, TNI AU dan juga koordinasi bersama Komando Gabungan Wilayah Pertahanan ( Kogabwilhan) III. Tahap pertama pengiriman logistik ini empat ton.
"Hari ini baru 700 kilogram, kami akan kirim terus sampai dengan kebutuhan warga di sana terpenuhi, terima kasih Pak Dandim 1710/Mimika dan Danlanud Yohanis Kapiyau yang telah membantu kami pemerintah untuk membantu masyarakat di Distrik Jila," ujarnya.
Dandim 1710 Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda berharap, pengiriman bantuan dapat terus berjalan dengan optimal dan situasi di Jila tetap kondusif.
"Harapannya tidak lagi terjadi trauma di sana, kemudian ibu yang kakinya dalam kondisi patah bisa segera dievakuasi. Dan satgas yang bertugas di Jila semoga diberikan kemudahan dan kesehatan dalam melaksanakan tugasnya" katanya.
Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis Kapiyau Timika Kolonel Pnb Taufik Andriadi menegaskan komitmen bahwa TNI AU selalu siap mendukung Pemkab Mimika, terutama dalam penanganan situasi darurat di daerah terpencil seperti saat ini di Jila.
Pewarta: Marselinus Nara/Handayani
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.