Pemkab Lamsel gandeng Kampung Dongeng perkuat budaya literasi
Kamis, 23 Juli 2026 20:05 WIB
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Lampung Selatan Darmawan saat membahas rencana kerja sama dengan Kampung Dongeng di Aula Rajabasa, Kamis (23/7/2026). ANTARA/Riadi Gunawan
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng Komunitas Kampung Dongeng untuk memperkuat budaya literasi dan pendidikan karakter melalui program mendongeng yang menyasar anak-anak dan masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Lampung Selatan Darmawan di Kalianda, Kamis, mengatakan kolaborasi antarlembaga harus diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan hukum sebelum ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan memiliki kepastian hukum.
“Untuk membangun Lampung Selatan, khususnya dalam bidang perpustakaan dan Kampung Dongeng, seyogianya kita melakukan MoU terlebih dahulu, baru kemudian PKS. Kita harus bekerja secara efisien dan efektif. Kerja sama ini juga dapat melibatkan perangkat daerah lain agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, tetapi juga dapat diperluas dengan menggandeng perangkat daerah lain, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta instansi terkait, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian menjelaskan kolaborasi tersebut akan mendukung program Belajar Membaca dan Menghitung Melalui Dongeng, yakni metode pembelajaran yang memanfaatkan kegiatan mendongeng sebagai media edukasi untuk meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini.
Menurut dia, kebutuhan tenaga pendongeng di Kabupaten Lampung Selatan masih cukup tinggi, sedangkan saat ini dinas tersebut baru memiliki satu orang pendongeng.
“Kami membutuhkan lebih banyak pendongeng untuk mendukung berbagai program literasi karena kebutuhan di lapangan cukup besar. Melalui kerja sama ini kami berharap dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Selatan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga terus mengembangkan inovasi Perpustakaan Keliling Wisata, yakni layanan membaca di kawasan wisata yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan bacaan sembari menikmati kegiatan rekreasi.
Feri mengatakan program tersebut lahir dari tingginya antusiasme lembaga pendidikan anak usia dini yang berkunjung ke kawasan wisata Jungle Sea. Kehadiran perpustakaan keliling dipadukan dengan kegiatan mendongeng diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Konsepnya kami hadir di tempat wisata sehingga pengunjung tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga dapat mengakses bahan bacaan melalui perpustakaan keliling. Kunjungan anak-anak PAUD yang rutin datang menjadi peluang menghadirkan kegiatan mendongeng di lokasi wisata,” kata dia.
Ketua Kampung Dongeng Lampung Selatan Retno Sri Darwati mengatakan komunitas yang berdiri sejak 2019 itu lahir dari kepedulian terhadap anak-anak pascabencana tsunami dan hingga kini secara konsisten memberikan pendampingan melalui dongeng edukatif untuk membangun karakter anak.
Sebagai bagian dari jejaring Kampung Dongeng Indonesia, komunitas tersebut memiliki sejumlah program, salah satunya Pekan Ceria, yang bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai melalui kegiatan mendongeng, bermain, dan edukasi.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah mengajak kami berkolaborasi. Kami siap mendukung kerja sama ini dengan menyiapkan para relawan pendongeng agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Lampung Selatan,” ujar Retno.
Pemkab Lampung Selatan berharap rencana penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya literasi, meningkatkan minat baca anak sejak usia dini, membangun karakter generasi muda, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program edukatif yang berkelanjutan.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.