Diarra Tak Terbebani Nama Besar Alya Rohali: Justru Jadi Motivasi

July 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Menjadi anak dari figur publik kerap diidentikkan dengan ekspektasi tinggi. Namun, hal itu tidak dirasakan Diarra Annisa Rachbini, putri Alya Rohali.

Nama besar ibunda justru menjadi motivasi untuknya terus berkembang, bukan beban.

Diarra mengatakan ibunda tak pernah menuntut dirinya mengikuti jejak atau menyamai pencapaiannya. Alya Rohali justru selalu mengajarkan agar ia memiliki karakter dan identitasnya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pressure, sebenarnya aku nggak pernah ngerasa seperti itu. Dari dulu justru aku menjadikannya sebagai motivasi. Mama juga nggak pernah bilang kalau aku harus jadi seperti beliau. Yang selalu Mama bilang adalah aku harus jadi diri sendiri, punya karakter sendiri. Memang banyak hal yang aku pelajari dari Mama, tapi tetap aku jalani dengan caraku sendiri," kata Diarra saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Diarra bercerita soal keputusannya mengikuti ajang Abang None Jakarta Barat 2026 saat usianya 18 tahun. Awalnya, Alya justru menyarankan Diarra lebih fokus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu.

"Sebenarnya karena aku masih 18 tahun, Mama memang sempat bilang, 'Kuliah dulu aja'. Aku juga sempat kepikiran hal yang sama, tapi di saat yang bersamaan, aku merasa ini waktu yang tepat karena kebetulan lagi libur kuliah," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Alya Rohali mengungkapkan dirinya dan Diarra memiliki kesamaan sifat, terutama dalam urusan penampilan. Keduanya sama-sama memperhatikan detail mulai dari busana, riasan wajah, hingga tatanan rambut sebelum bepergian.

"Kita berdua lagi-lagi. Iya, aku. Maksudnya kalau aku tuh fashionista, jadi makeup, pakaian, rambut, semuanya harus terlihat bagus. Everything has to be nice. Kalau mau keluar, misalnya pilih-pilih juga. Harus tetap rapi dan sesuai," ujar Alya Rohali sambil tertawa.

Presenter berusia 49 tahun itu menjelaskan alasan dirinya sempat khawatir saat Diarra memutuskan mengikuti Abang None Jakarta Barat 2026. Kekhawatiran itu berangkat dari pengalaman pribadinya ketika pertama kali mengikuti ajang serupa.

Dia menceritakan saat itu ayahnya lebih menginginkan dirinya fokus pada pendidikan. Oleh karena itu, ia berusaha membuktikan aktivitas di luar kampus tidak harus mengorbankan prestasi akademik.

"Mungkin pressure yang paling terasa justru karena di keluarga, aku orang pertama yang ikut ajang seperti ini. Papa sebenarnya bukan nggak mendukung, tapi beliau lebih ingin aku fokus sekolah dan kuliah dulu. Makanya aku pengin membuktikan kalau ikut Abang None bukan berarti prestasi akademik jadi terganggu," jelas Alya Rohali.

(fbr/pus)