Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa satu unit sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) senilai Rp1,48 miliar untuk mendukung irigasi pertanian di daerah tersebut.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Jumat, mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air serta mendukung produktivitas pertanian.
"Hibah BMN ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas pemerintahan dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air dan mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Kuningan," katanya.
Ia menjelaskan sumur JIAT yang dihibahkan berada di Desa Ciawi Lor, Kecamatan Ciawigebang, dan sebelumnya tercatat sebagai BMN pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) II Cimanuk-Cisanggarung.
Dian mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan aset tersebut untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai aset infrastruktur yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Aset tersebut, kata dia, berupa jalan, irigasi, serta jaringan yang diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
Menurut Dian, keberadaan JIAT dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi pertanian, terutama untuk mendukung kegiatan budidaya di wilayah Desa Ciawi Lor dan sekitarnya.
"Pemanfaatan aset ini harus dijaga dan dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Ia menyebutkan, hibah tersebut juga mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut dia, akan mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut sesuai fungsi dan ketentuan yang berlaku.
Dian mengatakan pengelolaan jaringan irigasi secara berkelanjutan diperlukan, untuk menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pengelolaan infrastruktur irigasi dapat terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pertanian masyarakat,” ucap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Kuningan terima hibah sumur JIAT senilai Rp1,48 miliar
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.