Timika (ANTARA) - Institut Jambatan Bulan (IJB) -Timika melaksanakan kegiatan pengumpulan data sebagai bagian dari kajian model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi di wilayah terpencil di Kampung/Desa Kokonao, Distrik/Kecamatan Mimika Barat, Papua Tengah.
Ketua Tim Peneliti Institut Jambatan Bulan (IJB) Timika Dr Abu Bakar dalam keterangannya di Timika, Jumat menjelaskan kegiatan di Kokonao merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data lapangan untuk kajian model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi di wilayah terpencil Mimika.
"Tim peneliti yang berjumlah delapan orang tersebut memulai kegiatan pengumpulan data di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat," ujarnya.
Selanjutnya kata Abu Bakar, kegiatan akan dilanjutkan ke sejumlah distrik lainnya di Mimika untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi koperasi, potensi ekonomi masyarakat, serta berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.
"Kajian tersebut penting dilakukan karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek strategis dalam pembangunan daerah,"ujarnya.
Ia mengatakan koperasi memiliki potensi untuk menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat karena prinsip-prinsip koperasi memiliki kesesuaian dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan komunal yang telah berkembang dalam masyarakat kampung.
"Karena itu, melalui kajian ini kami ingin melihat bagaimana koperasi dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi, karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil,” ujar Abu Bakar.
Dalam pelaksanaan pengumpulan data, tim peneliti melakukan observasi lapangan, sosialisasi, wawancara, serta penggalian informasi bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat.
"Informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi potensi, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat," kata Abu Bakar.
Data tersebut selanjutnya akan dianalisis dan menjadi dasar dalam penyusunan model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi, yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik wilayah terpencil di Mimika.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Distrik Mimika Barat, Pemerintah Kampung Kokonao, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat Kokonao yang telah memberikan dukungan dan menerima kehadiran tim peneliti selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui rangkaian kajian ini, IJB berharap dapat memberikan kontribusi akademik yang dapat mendukung penguatan koperasi sekaligus mendorong lahirnya model pemberdayaan masyarakat yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Mimika.
Kepala Distrik Mimika Barat Christian P. Warinussi memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kajian yang dilakukan oleh tim peneliti IJB di Kokonao Mimika Barat.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kampung Merah Putih di setiap kampung merupakan salah satu potensi penting yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Saat ini, setiap kampung telah memiliki koperasi yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki,".ujarnya.
Christian berharap kegiatan pengumpulan data dan sosialisasi yang dilakukan oleh tim peneliti dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pemerintah kampung, pengurus koperasi, dan masyarakat mengenai pengelolaan serta pengembangan koperasi sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.