Pemkab Kulon Progo siapkan DED revitalisasi Pasar Sentolo
Rabu, 2 September 2026 06:03 WIB
Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono. ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo, DIY (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, DIY, telah menyiapkan dokumen detail engineering design (DED) untuk revitalisasi Pasar Sentolo guna mengoptimalkan potensi ekonomi dan menjadikannya sebagai sentra ekspor produk lokal.
Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Pasar Sentolo merupakan pasar dengan luas lahan dan bangunan terbesar di Kulon Progo, namun kondisi saat ini dinilai kurang ramah pembeli dan sepi pengunjung jika dibandingkan dengan Pasar Sentolo lama.
"Pasar Sentolo itu kalau seperti itu terus tidak akan laku. Bangunannya terbesar dan lahannya terluas, tapi bagian dalamnya kosong. Karena itu, kami merancang tata ulang kawasan tersebut," kata Bambang.
Bambang memaparkan sejumlah poin utama dalam rencana pengembangan Pasar Sentolo, yakni tata ruang dan rest area yang dirancang kios bagian depan akan dimundurkan untuk memberikan ruang yang lebih tertata.
Ia mengatakan rancangan selanjutnya, Pasar Sentolo baru juga menjadi terminal ekspor produk lokal. Bangunan besar di area belakang yang sebelumnya direncanakan untuk los daging, ayam, dan ikan akan dialihfungsikan menjadi terminal ekspor.
Tujuan pengembangan terminal ekspor yakni kemandirian ekspor Kulon Progo. Keberadaan terminal ekspor ini diharapkan menjadi solusi bagi para pelaku UMKM lokal agar jalur ekspor produk mereka tidak lagi menumpang atau berlisensi daerah lain seperti Bantul atau Bali.
Pengembangan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar. Meski desain perencanaan teknis telah rampung, pelaksanaan fisik proyek masih menunggu alokasi pendanaan.
"DED-nya sudah siap. Harapan kami, ekspor produk Kulon Progo nantinya memiliki pintu tersendiri dan tidak lagi menginduk ke daerah lain," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026