Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan penanganan area pertanian terdampak kemarau melalui percepatan kegiatan normalisasi pada saluran irigasi Bendung Kedunggede (BKG) guna mencegah kekeringan lahan persawahan sekaligus menjaga produktivitas petani di daerah itu.
"Percepatan penanganan saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran ini sebagai upaya melindungi petani dari ancaman kekeringan saat musim kemarau maupun banjir ketika musim hujan," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat meninjau saluran irigasi BKG di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa.
Dia mengatakan peninjauan lapangan ini dalam rangka merespons keluhan ratusan petani wilayah utara Kabupaten Bekasi yang disampaikan kepadanya dalam forum audiensi di gedung Swatantra Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi pada Senin (27/7) kemarin.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan secara langsung berbagai persoalan yang dikeluhkan petani sehingga penanganan dilakukan secara tepat sasaran. Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat sejumlah temuan yang harus segera disikapi dan menjadi prioritas pembangunan.
Persoalan yang ditemukan secara umum mencakup hambatan kelancaran distribusi air irigasi disebabkan sejumlah faktor antara lain kerusakan jembatan pada titik BKG 6 serta penumpukan eceng gondok di BKG 15 dan BKG 16 yang menghambat aliran air.
"Konstruksi jembatan di BKG 16 posisinya tegak lurus sehingga menjadi titik penahan eceng gondok dan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air menuju lahan pertanian menjadi tidak optimal. Saya sudah sampaikan karena ini juga kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)," katanya.
Kegiatan normalisasi saluran tersebut juga dipastikan akan dikerjakan dalam waktu dekat bersama BBWS serta Perum Jasa Tirta (PJT) II. Apabila seluruh dukungan teknis dan kewenangan telah disepakati, pekerjaan normalisasi ditargetkan mulai dilaksanakan pada Senin pekan depan.
Menurut Asep percepatan normalisasi saluran menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian. Saluran yang berfungsi optimal tidak hanya mampu mengalirkan air saat musim kemarau, tetapi juga meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air ketika curah hujan tinggi.
"Kita tidak ingin petani mengalami kekeringan saat kemarau, tetapi juga tidak ingin masyarakat terdampak banjir ketika musim hujan. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi dan risiko banjir dapat dikurangi," katanya.
Dirinya berharap upaya ini mampu mencegah gagal panen sekaligus meningkatkan produktivitas maupun kesejahteraan masyarakat khususnya para petani yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.
"Penanganan saluran irigasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjaga kawasan pertanian berkelanjutan serta memastikan kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian tetap terpenuhi," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.