Pemkab Bangka Tengah gali potensi wisata sejarah - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggali potensi cagar budaya sebagai daya tarik wisata sejarah untuk memperbanyak destinasi pariwisata daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bangka Tengah Zulfan di Koba, Rabu, mengatakan objek bersejarah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian wisata sejarah daerah.

Menurut dia, pengembangan wisata sejarah tersebut dilakukan sejalan dengan upaya pemerintah daerah menginventarisasi dan menetapkan objek yang berpotensi menjadi cagar budaya di Bangka Tengah.

Penetapan status cagar budaya, menurut dia, sangat penting untuk memastikan setiap objek memiliki dasar pengelolaan yang jelas sebelum dimanfaatkan sebagai destinasi wisata sejarah daerah.

"Ini juga bagian dari upaya pelestarian sejarah dan berkontribusi terhadap peningkatan daya tarik wisata sejarah di Bangka Tengah," kata Zulfan.

Ia mengatakan, pemanfaatan cagar budaya harus dilakukan secara bijak dengan tetap menjaga nilai sejarah serta mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Kita berharap cagar budaya harus dilestarikan. Memang ada potensi untuk dimanfaatkan, tetapi dengan kaidah-kaidah berdasarkan undang-undang dan perda tentang cagar budaya," ujarnya.

Zulfan menilai pengelolaan objek bersejarah secara tepat dapat memperkuat pilihan destinasi wisata sekaligus memperkenalkan sejarah dan warisan budaya Bangka Tengah kepada masyarakat.

Pengembangan wisata sejarah juga diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi budaya daerah tanpa mengurangi nilai sejarah yang melekat pada setiap objek.

"Kita terus mendorong cagar budaya sebagai fondasi pengembangan wisata sejarah yang tetap mengedepankan pelestarian warisan budaya daerah," kata Zulfan.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.