Pelni Tanjungpinang gratiskan biaya pengiriman logistik untuk korban gempa NTT
Jumat, 21 Agustus 2026 14:33 WIB
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Kepri, Benny Marganda. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - PT Pelni Cabang Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memfasilitasi pengiriman bantuan logistik secara gratis kepada warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang Benny Marganda mengatakan bantuan logistik tersebut akan diangkut menggunakan KM Tidar pada 27 Agustus 2026, sesuai rute keberangkatan reguler dari Tanjungpinang hingga NTT.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi maupun lembaga untuk mengirimkan bantuan logistik kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," kata Benny di Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Ia menyebut bagi masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan logistik ke NTT, dapat diantar langsung ke Kantor Pelni Tanjungpinang di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 5 Atas.
Bantuan yang akan dikirim itu diharapkan sudah dikemas dan diserahkan ke kantor Pelni sebelum 27 Agustus 2026.
"Bantuan logistik itu berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat, berupa sembako, obat-obatan hingga pakaian," ungkapnya.
Benny menyampaikan Pelni membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang hendak mengirimkan bantuan logistik ke NTT, sepanjang kapasitas angkutan kapal masih muat.
Dia menambahkan program pengiriman bantuan logistik gratis ke daerah terdampak gempa di NTT tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Kebijakan ini sebagai wujud kehadiran negara dalam menangani sekaligus meringankan beban para korban bencana NTT.
"Sejak ada gempa NTT, PT Pelni langsung berinisiatif cepat mengumpulkan berbagai bantuan kebutuhan dasar dari berbagai daerah, termasuk pengiriman logistik menuju pelabuhan Maumere yang dihadiri manajemen Pelni guna menyerahkan bantuan kepada korban gempa," sebut Benny.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.