Pekalongan lanjutkan tiga agenda Gerakan Pangan Murah
Jumat, 28 Agustus 2026 21:55 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati. (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melanjutkan tiga agenda pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah hingga akhir 2026 sebagai upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa tiga agenda tersebut, satu di antaranya akan dilaksanakan pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, dua lainnya dalam tahap penjadwalan termasuk penentuan lokasi pelaksanaan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami masih mengagendakan untuk Gerakan Pangan Murah. Yang sudah kami pastikan itu mungkin bertepatan dengan Hari Pangan bulan Oktober 2026," katanya.
Menurut dia, Gerakan pangan Murah 2026 akan menghadirkan sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Komoditas yang biasanya disediakan meliputi beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan lainnya.
"Selain menyediakan kebutuhan pokok, kami juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produknya," katanya.
Ia mengatakan Gerakan pangan Murah tersebut diadakan bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau dan memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk UMKM lokal.
Gerakan Pangan Murah, kata dia, dapat digelar di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar akses masyarakat terhadap pangan terjangkau dapat semakin dekat.
"Kami berharap GPM dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas akses terhadap pangan dengan harga terjangkau, serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.