Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:13 WIB
Jakarta, VIVA – Pasar kendaraan bekas mulai mengalami perubahan seiring semakin banyaknya mobil listrik yang digunakan di jalan raya. Kehadiran kendaraan listrik membuat pertimbangan konsumen saat membeli mobil bekas tidak lagi hanya berpusat pada harga dan kondisi fisik kendaraan.
Baca Juga
Calon pembeli kini mulai memperhitungkan sejumlah faktor lain, mulai dari biaya perawatan, konsumsi energi, kondisi baterai, hingga potensi nilai jual kembali kendaraan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan pola pertimbangan tersebut turut membuka dinamika baru dalam bisnis kendaraan bekas. Pelaku pasar tidak hanya dituntut memahami harga jual sebuah unit, tetapi juga perlu melihat biaya kepemilikan kendaraan secara keseluruhan.
Baca Juga
Pemilik Garasi 91 sekaligus pengamat dan penggiat otomotif, Ferdian Kusuma Putra, mengatakan perbedaan pertimbangan terlihat ketika konsumen membandingkan mobil konvensional dengan mobil listrik bekas.
Pada mobil konvensional, konsumen umumnya menanyakan konsumsi bahan bakar, servis berkala, ketersediaan suku cadang, serta potensi biaya perbaikan.
Baca Juga
Sementara pada mobil listrik bekas, pertanyaan konsumen mulai bergeser ke aspek yang lebih spesifik seperti kondisi baterai, biaya pengisian daya, masa garansi, perawatan, hingga layanan purnajual.
"Sementara pada mobil listrik bekas, konsumen mulai menanyakan kondisi baterai, biaya pengisian daya, masa garansi, perawatan hingga ketersediaan layanan purnajual," kata Ferdian dalam keterangannya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Harga Beli Bukan Lagi Satu-satunya Pertimbangan
Perubahan tersebut menunjukkan konsumen mulai menghitung kendaraan dari sisi biaya kepemilikan dalam jangka panjang.
Menurut Ferdian, konsumen kini tidak hanya melihat apakah harga sebuah kendaraan sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Setelah itu, mereka juga mempertimbangkan kemampuan untuk menggunakan dan merawat kendaraan tersebut.
Kondisi ini membuat perhitungan sebelum membeli mobil bekas menjadi lebih luas. Konsumen mulai memperhatikan biaya yang muncul setelah kendaraan berpindah tangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sekarang konsumen tidak berhenti di pertanyaan harga. Mereka mulai bertanya setelah mobil dibeli, biaya perawatannya berapa, konsumsi hariannya bagaimana, sampai kalau nanti dijual kembali nilainya seperti apa," kata Ferdian.
Dengan pola tersebut, harga pembelian menjadi salah satu bagian dari perhitungan. Konsumen juga mulai melihat biaya penggunaan kendaraan sehari-hari serta kemungkinan pengeluaran lainnya selama kendaraan dimiliki.
Halaman Selanjutnya
"Artinya, yang dihitung bukan lagi hanya harga beli, tetapi biaya memiliki kendaraan secara keseluruhan,” ujarnya menambahkan.