OJK Siapkan 3 Strategi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

September 2026 ยท 2 minute read

Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga area strategis untuk memperbesar kontribusi sektor jasa keuangan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% pada 2027. Fokus tersebut mencakup penguatan intermediasi, reformasi pasar modal, serta pengembangan pembiayaan nonbank.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penguatan intermediasi akan diarahkan terutama untuk mendukung sektor produktif dan berbagai program prioritas nasional.

Kinerja kredit perbankan hingga Juli 2026 menunjukkan tren positif. Kredit tumbuh double digit sebesar 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama ditopang kredit investasi yang melesat 25,13%. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 11,04% yoy.

"Hal ini mengindikasikan penguatan aktivitas dunia usaha," ujar Friderica di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai menunjukkan perbaikan. Peningkatan penyaluran kredit tersebut didukung kondisi permodalan dan likuiditas perbankan yang solid.

Strategi kedua adalah melanjutkan reformasi pasar modal agar semakin kompetitif sebagai sumber pembiayaan sekaligus semakin menarik bagi investor.

Friderica menyebut IHSG telah menunjukkan pemulihan dengan menguat sekitar 20% dari titik terendah pada awal 2026. Kinerja fundamental emiten juga membaik, tercermin dari pertumbuhan pendapatan double digit dan peningkatan profitabilitas pada kuartal II-2026.

OJK akan terus memperkuat transparansi, penegakan hukum, perlindungan investor, serta integritas pasar. Penguatan basis investor domestik juga menjadi perhatian untuk meningkatkan ketahanan, stabilitas, dan kedalaman pasar.

Dalam evaluasi terakhir, MSCI, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices masih mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market. Menurut Friderica, keputusan tersebut menunjukkan adanya pengakuan terhadap berbagai upaya pembenahan pasar modal Indonesia.

Salah satu agenda transformasi yang disiapkan adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui demutualisasi, kepemilikan bursa yang sebelumnya terbatas pada anggota bursa akan dibuka bagi perorangan maupun badan hukum lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat tata kelola, transparansi, dan pendalaman pasar.

Area strategis ketiga adalah memperkuat kapasitas pembiayaan nonbank sekaligus mendorong munculnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Transisi Pengawasan Bursa Mineral

Baca Juga: OJK: Ekonomi Global 2027 Diproyeksi Membaik, Risiko Geopolitik Masih Membayangi

Baca Juga: OJK Siapkan 2 Aturan Bursa Komoditas Mineral Strategis, Terbit 17 September

OJK melihat kebutuhan terhadap alternatif pembiayaan di luar perbankan masih tinggi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan sejumlah sektor pembiayaan pada Juli 2026.

Pembiayaan pergadaian tumbuh 50,73% yoy, sementara pinjaman daring meningkat 24%. Di sisi lain, multifinance perbankan tumbuh 31,22% yoy dan pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai 54,65%.

Menurut Friderica, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran sektor jasa keuangan nonbank dalam menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan