Rabu, 23 September 2026 - 12:00 WIB
Bangkok, VIVA โ Thailand mulai mengubah strategi dalam mengembangkan industri kendaraan listrik. Pemerintah negara tersebut tengah menyiapkan pajak cukai baru yang dapat membuat mobil listrik impor dikenakan tarif sekitar 30 persen.
Baca Juga
Rencana ini disampaikan Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas. Menurutnya, pemerintah Thailand saat ini masih berdiskusi dengan industri otomotif untuk menentukan besaran tarif final.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika ditanya mengenai kemungkinan tarif berada di kisaran 31 sampai 32 persen, Ekniti mengatakan angkanya "seharusnya sekitar" 30 persen.
Baca Juga
Keputusan mengenai skema tersebut ditargetkan dapat dibuat paling cepat pada September 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Thailand untuk mengubah pola perkembangan industri mobil listrik di negaranya. Selama beberapa tahun terakhir, pasar Thailand menjadi salah satu tujuan penting bagi produsen kendaraan listrik asal China.
Baca Juga
Berbagai mobil listrik impor masuk dengan harga kompetitif. Kondisi tersebut membuat persaingan di pasar semakin ketat, sekaligus memberikan tekanan terhadap industri otomotif Thailand yang selama puluhan tahun menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara.
Pemerintah kini ingin agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya mendorong penjualan, tetapi juga meningkatkan investasi dan produksi di dalam negeri.
Karena itu, Thailand menyiapkan sistem pajak cukai dengan tiga tingkatan. Mobil listrik yang sepenuhnya diimpor atau Completely Built Up (CBU) akan mendapatkan tarif paling tinggi.
Sementara kendaraan yang dirakit di Thailand namun masih menggunakan sejumlah komponen impor akan berada pada tingkat pajak menengah. Adapun kendaraan yang diproduksi secara lokal dengan penggunaan rantai pasok dalam negeri lebih besar akan mendapatkan tarif paling rendah.
Artinya, besarnya pajak akan dikaitkan dengan tingkat investasi dan aktivitas manufaktur masing-masing produsen di Thailand.
Ekniti mengatakan sejumlah perusahaan otomotif yang saat ini masih mengimpor kendaraan dari China dan Eropa telah menghubungi pemerintah. Mereka disebut tertarik meningkatkan investasi di Thailand agar bisa memperoleh keuntungan dari tarif cukai yang lebih rendah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, pemerintah memberikan syarat. Produsen harus meningkatkan investasi serta menggunakan lebih banyak komponen dari pemasok lokal.
"Kami perlu melindungi investasi domestik," ujar Ekniti seperti dikutip VIVA dari Theedge, Rabu 23 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Thailand memang memiliki industri otomotif yang sudah berkembang sejak lama. Negara tersebut menjadi basis produksi sejumlah merek global, terutama berkat investasi perusahaan Jepang serta jaringan pemasok komponen yang telah terbentuk selama puluhan tahun.