Bagikan:
YOGYAKARTA - Kesalahan finansial yang sering dilakukan usia produktif ternyata masih banyak terjadi, meski penghasilan sudah dianggap stabil. Kondisi ini membuat banyak orang sulit menabung dan sulit mencapai kebebasan finansial.
Padahal, kebiasaan kecil dalam mengelola uang bisa berdampak besar di masa depan. Anda perlu memahami pola pengeluaran sendiri agar tidak terjebak masalah keuangan berkepanjangan.
Memahami Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Usia Produktif
Dilansir dari laman Canandaigua National Bank, terdapat beberapa siklus hidup manusia dan kaitannya dengan finansial, berikut penjelasannya:
Usia 20-an: Awal yang Menentukan
Di usia ini, banyak orang tergoda membeli gadget, hiburan, atau liburan tanpa memikirkan kemampuan finansial. Jika utang terus menumpuk, kondisi ini bisa menghambat keuangan Anda dalam jangka panjang.
Menunda menabung untuk pensiun juga jadi kebiasaan umum. Padahal, waktu adalah aset paling berharga. Semakin cepat Anda mulai menabung, semakin ringan beban di masa depan.
Minimnya literasi keuangan juga jadi masalah serius. Banyak lulusan sekolah atau kuliah belum memahami dasar mengatur uang. Pelajari cara menabung, membuat anggaran, dan berinvestasi sedini mungkin.
BACA JUGA:
Usia 30-an: Waktunya Lebih Bijak
Memaksakan diri membeli rumah di luar kemampuan adalah kesalahan yang cukup umum. Meski bank menyetujui pengajuan kredit, Anda tetap perlu menyisakan ruang jika penghasilan berkurang suatu saat nanti.
Banyak juga yang belum memiliki asuransi jiwa atau asuransi kecelakaan. Hidup memang penuh ketidakpastian. Semakin muda usia saat membeli asuransi, biasanya premi yang dibayarkan juga lebih ringan.
Baca juga: Mengetahui Kebiasaan Finansial yang Membuat Sulit Menabung Sejak Dini
Menunda dana pensiun di usia 30-an juga masih sering terjadi. Padahal, inilah saat kritis untuk mulai serius menabung. Menunggu lebih lama hanya akan membuat Anda semakin sulit mengejar ketertinggalan.
Usia 40-an: Godaan Gaya Hidup
Ikut-ikutan gaya hidup tetangga atau rekan kerja kerap menjebak. Rumah mewah, mobil baru, dan liburan mahal belum tentu mencerminkan kondisi keuangan yang sehat. Bisa saja di baliknya tersimpan utang yang menumpuk.
Mendahulukan biaya kuliah anak dibanding dana pensiun sendiri juga perlu dihindari. Sebaiknya, sisihkan sebagian untuk pendidikan anak, namun prioritaskan pensiun Anda.
Selain itu, diskusi terbuka dengan anak soal pilihan pendidikan yang realistis juga penting dilakukan.
Belum memiliki surat wasiat atau surat perintah medis lanjutan (advance directive) juga kerap diabaikan. Meski terasa berat membicarakannya, dokumen ini sangat membantu keluarga jika terjadi hal tak terduga.
Usia 50-an dan 60-an: Menjaga yang Tersisa
Menjadi penjamin (co-signer) pinjaman anak dewasa bisa berisiko besar. Jika anak gagal membayar, Anda yang harus menanggung sepenuhnya, padahal masa pensiun sudah semakin dekat.
Mengambil dana dari ekuitas rumah atau tabungan pensiun untuk kebutuhan mendesak juga sebaiknya dihindari. Kebiasaan ini hanya akan memperpanjang utang dan mengurangi tabungan hari tua.
Tidak menghitung perkiraan penghasilan pensiun juga jadi kesalahan umum. Anda perlu tahu estimasi dari jaminan sosial, dana pensiun perusahaan, dan tabungan pribadi sebelum benar-benar berhenti bekerja.
Itulah sejumlah kesalahan finansial yang sering dilakukan usia produktif di setiap tahap kehidupan. Mengenali pola ini sejak dini bisa membantu Anda mengambil keputusan keuangan yang lebih matang. Kunjungi laman utama VOI untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar keuangan, gaya hidup, dan berita terkini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+