Delapan ruko samping terminal bus di Kobar ludes terbakar

July 2026 · 2 minute read

Delapan ruko samping terminal bus di Kobar ludes terbakar

Jumat, 17 Juli 2026 02:11 WIB

Image Print

Personel Dinas Damkar Kobar saat melakukan pemadaman api terhadap 8 ruko yang terbakar, Kamis (16/7/2026). ANTARA/HO-Damkar Kobar

Pangkalan Bun (ANTARA) - Sebanyak delapan rumah toko (ruko) di Jalan Natai Arahan, RT 21 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, ludes terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar Dwi Agus Suhartono menyampaikan, setelah mendapatkan laporan kejadian tersebut, pihaknya bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian, untuk melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke ruko lainnya.

"Kita mendapatkan laporan itu sekitar pukul 11.45 WIB, setelah mendapatkan laporan kita langsung luncurkan anggota. Menurut keterangan saksi di lapangan, api bermula muncul dari bangunan paling ujung yang dekat dengan mushalla," kata Agus Dwi di Pangkalan Bun, Kamis.

Lokasi ruko yang berdempetan, serta cuaca yang panas dan angin yang cukup kencang, membuat api membesar dan menjalar ke bangunan lainnya.

"Api yang cukup besar tersebut, berhasil kita padamkan sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian kita lanjutkan dengan proses pendinginan, untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan," ungkapnya.

Baca juga: BPBD Kobar tangani 113,5 hektare kebakaran lahan

Kebakaran hebat tersebut melahap deretan ruko yang berada tepat di samping Terminal Bus Natai Arahan, Kota Pangkalan Bun. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan berat dan sejumlah barang di dalam bangunan ikut terbakar.

Kobaran api yang besar dan asap yang tebal, membuat warga di sekitar terkejut dan panik meminta pertolongan.

Warga yang jauh dari tempat kejadian juga mendatangi lokasi untuk melihat langsung kebakaran tersebut.

Dia mengatakan, dalam penanganan kebakaran tersebut, pihaknya menerjunkan sebanyak sepuluh armada ke lokasi.

"Dari sepuluh armada tersebut empat unit milik Damkar, dua unit BPBD, satu unit milik rumah singgah, dan sarpras pendukung lainnya dua unit milik Palang Merah Indonesia (PMI) dan satu unit ambulans," demikian Dwi.

Baca juga: Pemkab Kobar-Pertamina bersinergi jaga pasokan BBM

Baca juga: Inovasi Pasar Inflasi Kobar mendapat respon positif dari masyarakat

Baca juga: Bupati Kobar ajak perangi Narkoba dan LGBT di kalangan generasi muda

Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.