Kerusuhan komunal di Nepal menewaskan tiga orang dan memicu jam malam. Pemerintah mengerahkan aparat keamanan untuk meredam bentrokan Muslim-Hindu.
Anggota Pasukan Polisi Bersenjata (APF) mengejar demonstran saat kerusuhan pecah di Siraha, Nepal, Kamis (30/7/2026). Bentrokan antara kelompok Muslim dan Hindu di wilayah selatan negara itu menewaskan sedikitnya tiga orang serta memicu pemberlakuan jam malam di sejumlah distrik. Pemerintah juga mengerahkan ratusan personel kepolisian dan militer untuk memulihkan situasi keamanan. (REUTERS/Stringer)
Mengutip Anadolu Agency, Jumat (31/7/2026), bentrokan bermula pada Minggu malam di Distrik Sunsari setelah perselisihan saat perayaan yang melibatkan dua komunitas agama berubah menjadi aksi kekerasan. Massa kemudian membakar kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, pos polisi, dan merusak sejumlah fasilitas publik. (REUTERS/Stringer)
Asap pekat hitam membubung dari sebuah pusat perbelanjaan yang rusak akibat bentrokan antara kelompok Muslim dan Hindu. Untuk meredam kerusuhan, pemerintah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan dan mengerahkan ratusan personel keamanan, termasuk militer. Polisi juga melepaskan tembakan saat membubarkan massa, yang menewaskan seorang petani bernama Om Prakash Mehata serta menyebabkan puluhan warga lainnya terluka. (REUTERS/Stringer)
Korban tewas kemudian bertambah setelah Jaya Prakash Mehata meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit pada Kamis. Kematian tersebut memicu gelombang demonstrasi baru dari kelompok Hindu di Distrik Sunsari. Satu korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari Distrik Siraha. (REUTERS/Stringer)
Sepeda motor juga menjadi sasaran amukan massa yang dirusak hingga tergeletak di jalan. Presiden Nepal Ramchandra Paudel mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan antarkomunitas. Perdana Menteri Balendra Shah juga meminta masyarakat menahan diri serta menjanjikan penyelidikan yang adil dan transparan terhadap insiden tersebut. (REUTERS/Stringer)
Kerusuhan ini menjadi salah satu ketegangan agama paling serius di Nepal dalam beberapa tahun terakhir. Meski mayoritas penduduknya beragama Hindu, Nepal telah menjadi negara sekuler sejak 2008 dan selama ini relatif terhindar dari konflik besar berlatar agama. (REUTERS/Stringer)