Mataram (ANTARA) - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menjawab belasan pertanyaan penyidik kejaksaan saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Lombok-Sumbawa Motocross Competition (LSMC) tahun 2023.
"Ada sekitar 14-15 pertanyaan tadi dari jaksa," kata Zulkieflimansyah saat memberi keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan dengan pendampingan kuasa hukum di gedung Kejati NTB, Rabu sore.
Ia turut membenarkan bahwa dirinya hadir ke hadapan jaksa sesuai yang diagendakan dalam surat panggilan, sekitar pukul 09.00 Wita.
Gubernur NTB periode 2018-2023 tersebut turut menjelaskan pemeriksaan dengan belasan pertanyaan itu terkesan cukup lamban hingga berakhir pada pukul 16.40 Wita.
"Memang hanya belasan saja pertanyaan tadi, cuma ngetiknya (penyidik) yang lama," ucapnya.
Lebih lanjut, Zulkieflimansyah mengakui bahwa dari rangkaian pemeriksaan hari ini, dirinya dimintai keterangan terkait penyelenggaraan LSMC 2023.
"Pertanyaannya tidak banyak hanya berkaitan dengan kronologis (pelaksanaan)," ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa saat kegiatan LSMC 2023 berlangsung, dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur NTB.
Namun, Zulkieflimansyah dalam periode akhir menjabat sebagai Gubernur sempat mengupayakan agar ada kegiatan bertema "sport tourim" berlangsung.
Tujuannya, untuk mendongkrak jumlah kunjungan pariwisata yang dapat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat di NTB.
Ia menceritakan bahwa kali pertama muncul rencana ini, dirinya sebagai kepala daerah mengupayakan adanya dukungan anggaran dari pusat untuk pelaksanaan dengan nama kegiatan MXGP.
"Tetapi karena hal tertentu, sehingga tidak bisa dicairkan, akhirnya cair setelah saya tidak menjadi gubernur, kemudian barulah dilaksanakan LSMC ini. Bagaimana soal teknis lomba? Kan saya tidak mengerti," kata Zulkieflimansyah.
Perihal adanya kabar nominal Rp2,5 miliar yang menjadi keuntungan dari kegiatan LSMC 2023 pada 24-26 November 2023 itu ditampung di Bank NTB Syariah untuk membayar utang pelaksanaan MXGP 2023 yang berlangsung sebelumnya pada periode Juni-Juli 2023, ia menyatakan tidak memahami hal tersebut.
Baca juga: Polda NTB memeriksa staf Kemenpar terkait kasus penggelapan dana MXGP
"Saya tidak ngerti itu. Coba ditanya sama orang yang memberikan informasi. Yang jelas, pelaksanaan LSMC saya sudah tidak mengikuti, tidak berkomunikasi," ucapnya.
Terkait pemeriksaan mantan Gubernur NTB di kasus korupsi LSMC 2023, Juru Bicara Kejati NTB, Harun Al Rasyid telah membenarkan hal tersebut.
"Iya, betul. Pagi sekitar jam 09.00 Wita yang bersangkutan datang," katanya.
Harun menyatakan bahwa penyidik pada bidang pidana khusus memeriksa Zulkieflimansyah dalam kapasitas saksi.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026