Bengkayang (ANTARA) - Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kepala Daops Manggala Agni XI/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan, penguatan koordinasi diperlukan karena wilayah Sambas memiliki kawasan hutan, lahan gambut, dan lahan kering yang berpotensi terbakar, terutama saat kondisi cuaca kering.
“Koordinasi difokuskan pada deteksi dini, patroli wilayah rawan, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran,” kata Yuyu di Sambas, Jumat.
Menurut dia, posisi Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi perhatian dalam pengendalian karhutla. Kebakaran yang terjadi di wilayah perbatasan berpotensi menimbulkan asap yang melintas batas dan berdampak lebih luas.
Karena itu, Manggala Agni bersama pemerintah daerah terus mendorong kesiapan penanganan di tingkat lapangan, termasuk memastikan informasi mengenai titik atau indikasi kebakaran dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
“Kami ingin memastikan personel, sarana prasarana, dan informasi di lapangan siap. Jika ada indikasi kebakaran, kita harus bisa bergerak cepat sebelum api meluas,” ujarnya.
Yuyu mengatakan Manggala Agni juga akan meningkatkan patroli dan pemantauan pada kawasan yang dinilai rawan serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla.
Koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa, lanjutnya, juga akan terus dilakukan untuk memperkuat sistem pencegahan dan deteksi dini di wilayah rawan kebakaran.
Sementara itu, Koordinator Manggala Agni Kalimantan Barat Sahat Irawan Manik mengatakan, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan karena kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja.
“Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI, Polri, dunia usaha dan masyarakat harus bergerak bersama,” katanya.
Ia mengatakan koordinasi yang kuat akan mempercepat deteksi dan penanganan kebakaran sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sahat menambahkan sinergi antarlembaga juga penting untuk memastikan langkah pencegahan, penanganan di lapangan, serta edukasi kepada masyarakat berjalan secara terpadu, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki potensi dampak lintas wilayah.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.