Jakarta, CNN Indonesia --
Islam Makhachev menunjukkan kemampuannya untuk tetap dominan di kelas welter. Namun ia belum mencatat kemenangan submission di kelas welter UFC.
Dari 27 kemenangan yang sebelumnya dicatat Makhachev, 13 berasal dari submission, 9 dari kemenangan angka, dan lima dari KO/TKO. Bahkan dari tujuh laga terakhirnya di kelas ringan, Makhachev mencatat empat kemenangan submission, dua kemenangan KO/TKO, dan satu kemenangan lewat angka.
Begitu naik ke kelas welter, Makhachev menghadapi level yang berbeda dibanding sebelumnya. Dengan bobot tubuh lawan yang lebih besar dibanding lawan-lawan di kelas ringan, Makhachev tidak bisa dengan mudah dominan dalam hal grappling.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Daftar 14 Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
- Veda Ega Pratama 'Separuh Nyawa' Honda di Moto3 2026
- Piala AFF: Thailand Tekuk Singapura, Belajar dari Kegagalan Indonesia
Walau kesulitan menang submission, Makhachev tetap menunjukkan ketangguhan di dua laga awal kelas welter. Ia bisa menang angka mutlak atas Jack Della Maddalena dan Ian Machado Garry. Makhachev juga tak gugup ketika strategi grappling dan percobaan submission miliknya tak semulus saat berlaga di kelas welter.
Setelah laga berakhir, Makhachev pun mengakui bahwa Ian Garry menghadirkan perlawanan sengit untuk dirinya. Makhachev juga menyebut ia baru saja menjalani laga yang berat.
"Petarung yang luar biasa, sosok pria yang hebat, menghadirkan pertarungan yang sulit buat saya."
"Mereka lebih bertenaga, [laga menjadi lebih] sulit," tutur Makhachev.
Dengan kemenangan atas Ian Garry, Makhachev jadi petarung kelima dalam sejarah UFC yang bisa mempertahankan gelar di dua kelas berbeda. Tantangan bagi Makhachev di kelas welter akan makin menarik setelah ini.
Masih ada Michael Morales (ranking 3) dan Carlos Prates (ranking 1) yang kemungkinan bakal jadi lawan berikutnya bagi Islam Makhachev.
[Gambas:Video CNN]
(ptr/rhr)