Koleksi Gedung Joang 45 dan Kisah Tentara Pelajar

August 2026 ยท 3 minute read

Jakarta -

Mengunjungi Gedung Joang 45 di Menteng, Jakarta Pusat kini bukan cuma melihat bangunan bersejarah. Di dalamnya, traveler juga bisa menemukan berbagai koleksi asli hingga kisah perjuangan para pelajar yang ikut berperang.

Menurut edukator Gedung Joang 45, Muslim, museum ini memiliki sejumlah koleksi yang masih asli. Salah satunya adalah meja milik Mohammad Hatta dan kursi yang menjadi bagian dari koleksi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

"Meja Pak Hatta itu asli, terus kursinya itu asli, koleksi dari tentara pelajar TRIP itu asli semuanya," kata Muslim saat ditemui detikTravel di Gedung Joang 45 pada Jumat (14/08/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi lain yang mencuri perhatian berada di bagian belakang museum, ada mobil kepresidenan. Gedung Joang 45 masih menyimpan mobil Presiden Soekarno, mobil Mohammad Hatta, serta mobil yang berkaitan dengan Peristiwa Cikini.

Mobil-mobil itu merupakan koleksi asli. Bahkan, dalam kegiatan tertentu mobil Soekarno dikeluarkan dari museum, biasa digunakan dalam rangkaian kegiatan seperti napak tilas untuk peringatan HUT ke-81 RI nanti.

"Di belakang ada mobil kepresidenan, mobil Presiden Soekarno, mobil Pak Hatta dan mobil Peristiwa Cikini," kata Muslim.

Namun, ada satu sisi menarik untuk traveler kalau ingin melihat sejarah dari sisi yang tidak terlalu populer, yakni kisah Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

Muslim bilang bahwa museum itu juga mengoleksi bukti sejarah tentang pelajar yang ikut berjuang dalam masa perang.

"Orang anak-anak muda sekarang atau pelajar-pelajar sekarang belum tentu juga tau kalau dulu di masa peperangan itu ada pelajar yang ikut berperang," ujar Muslim.

TRIP merupakan singkatan dari Tentara Republik Indonesia Pelajar. Menurut Muslim, anggota kelompok ini berasal dari kalangan pelajar dan ada yang masih berusia sangat muda.

"Dia (TRIP) kan mulai dari umur 13 tahun," kata Muslim pada siang hari itu.

Tak hanya TRIP, Gedung Joang 45 juga mengangkat cerita tentang kelompok pelajar lainnya. Salah satunya Tentara Genie Pelajar (TGP) yang memiliki kemampuan membuat persenjataan sederhana untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kisah ini menjadi salah satu bagian yang masih kurang populer dibandingkan cerita besar tentang perjuangan kemerdekaan. Karena itu, museum Joang 45 berusaha mengangkat sisi-sisi sejarah yang mungkin belum banyak diketahui pengunjung.

"Sejarahnya juga kan orang taunya selama ini cuma yang global-globalnya aja yang memang sudah populer. Nah di sini kita banyak juga cerita-cerita sejarah yang memang belum terlalu populer," kata Muslim.

Selain koleksi benda bersejarah, Gedung Joang 45 juga melakukan pembaruan untuk membuat pengalaman pengunjung lebih menarik. Salah satunya menambahkan fasilitas ruang imersif yang mulai hadir sekitar dua tahun terakhir.

Ada juga video mapping yang menjadi bagian dari upaya museum menghadirkan pengalaman sejarah dengan lebih dekat dengan pengunjung, terutama anak kecil agar terterik mempelajari sejarah.

Menurut Muslim, kehadiran fasilitas tersebut cukup menarik perhatian terutama saat akhir pekan.

"Lumayan sih pas ada imersif ini banyak juga orang yang datang ke sini pasti 'Bapak imersif enggak' mau liat imersif gitu bawa anaknya kadang-kadang kalau weekend mau nonton imersif," ujarnya.

Pengunjung nggak cuma datang untuk melihat koleksi. Di hari biasa, museum banyak menerima rombongan dan pelajar yang datang untuk belajar sejarah. Sementara pada akhir pekan, pengunjung keluarga lebih banyak berdatangan.

Kamu yang tertarik mencari pengalaman wisata sejarah yang nggak melulu soal bangunan tua, Gedung Joang 45 bisa masuk daftar kunjungan. Traveler bisa melihat benda-benda bersejarah, menikmati ruang imersif, sekaligus mengenal kisah para pelajar yang pernah ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.