LPPM Undana klasterkan 75 kelompok dosen untuk PKM di Kabupaten Kupang
Kamis, 16 Juli 2026 15:02 WIB
Launching PKM Undana di Kupang. ANTARA/Ho-Undana
Kupang (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana mengklasterkan 75 kelompok dosen untuk melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak 2026 di 42 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol di Kupang, Kamis, mengatakan ketua pelaksana program telah menempatkan Tim Guru Besar berdampak yang dipimpin Prof. Fred Benu sebagai penasihat kebijakan dan penyusun model pembangunan desa, sementara 74 kelompok dosen multidisiplin bertugas melaksanakan pendampingan teknis di lapangan.
"Program tersebut melibatkan sekitar 200 dosen bersama ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang penugasannya hingga 31 Agustus 2026," katanya.
Dia menjelaskan klasterisasi kegiatan disusun berdasarkan hasil identifikasi permasalahan atau belanja masalah yang dilakukan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kupang.
Tim Guru Besar difokuskan pada penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan tata kelola pemerintahan desa, penyusunan regulasi lokal, serta perancangan model mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di tingkat kecamatan.
Sementara itu, 74 kelompok dosen dibagi dalam tiga bidang utama sesuai karakteristik wilayah sasaran. Klaster pertama menangani sektor pertanian dan peternakan lahan kering melalui peningkatan produktivitas jagung, hortikultura, dan kesehatan ternak sapi.
Klaster kedua berfokus pada wilayah pesisir dengan pendampingan sektor perikanan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil laut. Adapun klaster ketiga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program sanitasi lingkungan, edukasi gizi keluarga, serta digitalisasi administrasi pemerintahan desa.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang Guntur Subu Taopan mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Kupang telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk membuka akses data seluas-luasnya. Kami butuh integrasi penuh agar pemetaan taktis dari para dosen ini langsung menyentuh potensi komoditas lokal yang selama ini belum terkelola dengan maksimal," katanya.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Undana diharapkan menghasilkan program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa sehingga mampu meningkatkan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
LPPM Undana berharap hasil program pengabdian itu tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga menjadi dasar pengembangan kebijakan pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Kupang.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.