Martapura (ANTARA) - Capaian kinerja makro pembangunan daerah merupakan gambaran umum keberhasilan pembangunan daerah yang dilaksanakan melalui berbagai program pembangunan Perangkat Daerah dengan indikator kinerja yang mencerminkan kondisi pembangunan daerah secara agregat meliputi indikator ekonomi, sosial dan tata kelola pemerintahan.
Perkembangan indikator makro pembangunan daerah Kabupaten Banjar hingga Semester II Tahun 2025 menunjukkan kecenderungan yang positif pada beberapa indikator utama pembangunan daerah.
Hal itu menunjukkan pelaksanaan program pembangunan daerah telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski pun demikian, masih terdapat beberapa indikator pembangunan daerah memerlukan perhatian lebih lanjut, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Banjar, pertumbuhan ekonomi daerah yang kaya sumber daya alam tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tiga indikator utama yakni q-to-q (quarter-to-quarter) y-on-y (year-on-year), dan c-toc (cumulative-to-cumulative).
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banjar menunjukkan tren peningkatan secara nominal dari 4,76 persen pada tahun 2024 menjadi 5,07 persen pada tahun 2025 capaian itu setara dengan 96,57 persen yang menandakan adanya stabilitas dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai sektor unggulan, seperti pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Meski demikian, tantangan ke depan meningkatkan kualitas pertumbuhan dengan memperkuat sektor-sektor produktif dan menurunkan ketimpangan antarwilayah.
Meskipun pertumbuhannya positif, LPE Kabupaten Banjar masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional dan Kalimantan Selatan pada beberapa tahun, menandakan perlunya strategi percepatan ekonomi yang lebih efektif.
PDRB per kapita tahun 2025 menunjukkan realisasi sebesar Rp 41.993.000 dari target Rp 42.930.000,- dengan capaian 97,82 persen yang mencerminkan rata-rata pendapatan masyarakat mencerminkan perbaikan produktivitas ekonomi secara nominal per kapita, yang mengindikasikan peningkatan produktivitas ekonomi secara umum.
Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan provinsi maupun nasional sehingga perlu didorong peningkatan nilai tambah sektor ekonomi, produktivitas tenaga kerja, serta investasi melalui peningkatan PDRB per kapita harus sejalan dengan pemerataan pertumbuhan ekonomi agar dampaknya dirasakan merata.
Tingkat Kemiskinan Kabupaten Banjar menunjukkan tren yang positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Angka persentase penduduk miskin cenderung meningkat.
Berdasarkan data dari BPS Kalsel, Persentase Penduduk Miskin (P0) Kabupaten Banjar pada tahun 2024 adalah 2,36 persen sedangkan pada tahun 2025 2,74 persen menunjukkan program pengentasan kemiskinan belum memberikan hasil positif dan optimal sehingga penajaman intervensi terhadap kelompok masyarakat rentan dan peningkatan akses terhadap layanan dasar sangat diperlukan untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Gini Ratio di Kabupaten Banjar pada tahun 2024 mencapai 0,258 dan mengalami kenaikan menjadi 0,281 pada tahun 2025. Indeks menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran masyarakat masih relatif rendah dan terkendali.
Distribusi pendapatan membaik, tetapi perlu upaya lanjutan untuk menjaga tren positif pemerataan kesejahteraan. Meskipun demikian, upaya mendorong pemerataan pendapatan melalui pengembangan ekonomi berbasis komunitas dan pemberdayaan UMKM perlu terus dilanjutkan.
IKLH Kabupaten Banjar pada tahun 2024 dengan realisasi 74,59 dan meningkat menjadi 78,2 pada tahun 2025 dari target 71,39 mencerminkan komitmen dan keberhasilan Kabupaten Banjar dalam menjaga kualitas lingkungan, melalui pengelolaan air, udara, dan tutupan lahan yang lebih baik.
Keberhasilan ini perlu dipertahankan dan diperkuat dengan partisipasi masyarakat serta penegakan aturan lingkungan hidup dan penilaian rata-rata capaian kinerja tahunan dan predikat kinerja berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 adalah sebagai berikut : Predikat Sangat Tinggi jika kinerja diatas 91 persen hingga 100 persen. Predikat Tinggi jika kinerja 76 s.d ≤ 90 persen dan predikat Sedang jika kinerja 66 s.d ≤ 75 persen dan Predikat Rendah jika kinerja 51 s.d ≤ 65 persen 5. Predikat Sangat Rendah jika kinerja ≤ 50 persen.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.