Lipsus - 76 tahun Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur ajak masyarakat menata dan menjaga daerah - ANTARA News Kalimantan Selatan

August 2026 · 4 minute read

Martapura (ANTARA) - Tujuh puluh enam tahun merupakan perjalanan panjang bagi Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, karena di balik usia tersebut tersimpan sejarah, perjuangan, pengabdian, sekaligus doa para pendahulu yang meletakkan fondasi pembangunan daerah.

Begitu pula peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar tahun 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menoleh sejenak pada perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan kembali komitmen bersama menata dan menjaga daerah agar tetap tumbuh menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar mengusung tema "Banjar Ditata, Banjar Dijaga" menjadi penegasan pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang, kesinambungan program serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

"Tujuh puluh enam tahun perjalanan Kabupaten Banjar mengajarkan satu hal, tidak ada keberhasilan yang lahir tanpa kerja bersama yang dibangun dan dijalin seluruh elemen. Mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu dengan karya terbaik kita," ujar Saidi pada upacara Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar di Ruang Terbuka Hijau Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan itu sekaligus menjadi ajakan agar semangat pembangunan tidak berhenti pada pemerintah daerah karena cita-cita yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Banjar hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

Saidi dalam konteks pemerintahan, memberi perhatian khusus terhadap peran setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak pemerintahan sekaligus wajah pelayanan publik dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang berintegritas, profesional dan bertanggung jawab.

Ia menekankan pentingnya sikap ASN terus menjaga integritas, loyalitas, kompetensi dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat sehingga kerja nyata dan kerja bersama yang dilakukan memberikan hasil berupa pelayanan maksimal bagi masyarakat di kabupaten setempat. 

Di tengah refleksi perjalanan daerah itu, sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan capaian positif, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar pada tahun 2025 yang telah mencapai 75,11 dari yang ditargetkan 74,78.

Sementara pencapaian dari sisi ekonomi, Kabupaten Banjar mencatat pertumbuhan sebesar 5,07 persen sepanjang 2025 dan tren positif itu berlanjut pada triwulan pertama 2026 dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat hingga 5,37 persen.

Capaian itu menjadi bagian dari gambaran pembangunan daerah terus bergerak. Namun, bagi pemerintah daerah, angka-angka itu bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk menghadirkan kesejahteraan yang semakin dirasakan masyarakat.

Bupati Banjar Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi menyerahkan penghargaan kepada pembakal usai upacara peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar tahun 2026 yang dipusatkan di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjar)

Saidi juga memastikan kondisi keuangan daerah Kabupaten Banjar secara umum hingga akhir 2026 berada dalam kondisi aman. Tidak terdapat kendala pembiayaan pembangunan, termasuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK.

Kepastian menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan program pemerintah daerah, terutama dalam menjaga agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Memasuki usia ke-76, Saidi kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan tema "Banjar Ditata, Banjar Dijaga" bukan sekadar slogan peringatan hari jadi saja, melainkan sebagai gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Menata Banjar, berarti membangun daerah berdasarkan perencanaan dan kebutuhan masyarakat. Menjaga Banjar berarti merawat hasil pembangunan, lingkungan dan kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu.

"Mari kita menata Banjar dengan perencanaan, membangun Banjar dengan kerja nyata, menjaga Banjar dengan kebersamaan, serta bersama memajukan Banjar dengan semangat gotong royong," ajak Bupati Banjar dua periode itu. 

Bupati meyakini kekuatan terbesar Kabupaten Banjar bukan hanya berada pada sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada semangat kebersamaan masyarakat karena dengan semangat saling bahu-membahu seluruh elemen masyarakat itu, target pembangunan yang dicita-citakan dalam RPJMD dapat diwujudkan bersama. 

Ditambahkan, peringatan 76 tahun Kabupaten Banjar bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi lebih dari itu, hari jadi menjadi pengingat masa depan Banjar adalah tanggung jawab bersama.

Para pendahulu telah mewariskan fondasi sehingga pemerintah dan masyarakat hari ini memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan, memperbaiki kekurangan dan menjaga apa yang telah dicapai.

"Banjar yang ditata hari ini adalah Banjar yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Begitu pula Banjar yang dijaga bersama hari ini adalah harapan agar pembangunan tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di masa depan, demikian Saidi.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.