Bantul terapkan pertanian berbasis IoT untuk mudahkan kerja petani

August 2026 · 2 minute read

Bantul terapkan pertanian berbasis IoT untuk mudahkan kerja petani

Rabu, 19 Agustus 2026 21:02 WIB

Image Print

Kelompok tani Kalurahan Pleret menyiapkan benih tanaman di lahan pertanian yang telah menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO-Pemkab Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kalurahan (setingkat desa) Pleret, Kapanewon (Kecamatan) Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan sistem pertanian berbasis Internet of Things (IoT) pada lahan yang ditanami sejumlah komoditas untuk memudahkan pekerjaan petani.

Lurah (Kepala Desa) Pleret Taufiq Kamall di Bantul, Rabu, mengatakan penerapan perdana pertanian berbasis IoT di Pleret dilakukan di lahan Banyu Kencono dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung ketahanan pangan.

"Sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi pertanian di kawasan Banyu Kencono," katanya.

Ia menjelaskan sistem pertanian berbasis IoT memanfaatkan jaringan sensor pintar, mikrokontroler, dan internet untuk memantau kondisi lahan, suhu, serta kelembapan, sekaligus mengontrol penyiraman dan pemupukan secara otomatis dari jarak jauh melalui telepon seluler.

"Kita berharap bisa memanfaatkan teknologi itu untuk membantu kita, bukan menggantikan, tapi akan membantu," katanya.

Menurut dia, penerapan sistem digital tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada petani mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung sekaligus mempermudah pekerjaan di sektor pertanian.

"Tahap awal ini lahan pertanian berbasis IoT akan ditanami sejumlah komoditas, yakni bawang merah, cabai, dan pare," katanya.

Panewu (Canat) Pleret Evie Nur Siti Fatonah mengatakan keberhasilan sektor pertanian dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kualitas bibit, pupuk, perawatan, kondisi cuaca, dan proses pemasaran.

"Sistem ini diharapkan bisa membantu petani, karena banyak komponen yang memengaruhi berhasilnya pertanian," katanya.

Selain memudahkan pekerjaan di sektor pertanian, menurut dia, sistem IoT juga berpotensi mendukung pengembangan sektor pariwisata karena kawasan Pleret merupakan salah satu daerah pengembangan wisata, khususnya wisata edukasi.

"Jadi nantinya bisa menjadi wisata terpadu," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Joko Waluyo menambahkan penerapan teknologi dalam pertanian dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke sektor tersebut.

"Ini salah satu inovasi yang kami harapkan bisa menarik para petani milenial, anak-anak muda untuk terjun ke pertanian," katanya.

Ia menjelaskan sistem IoT berfungsi seperti asisten digital bagi petani untuk membantu mengelola lahan, antara lain memantau kondisi bedeng atau media tanam, kelembapan tanah, pH tanah, kondisi cuaca, serta mengontrol pompa pengairan dan lampu di kawasan pertanian.

"Pada dasarnya pertanian IoT ini membantu kita memberikan instruksi otomatis dengan sensor-sensor yang telah terpasang, hanya dengan sebuah instruksi saja," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026