Lebanon harap Vatikan

August 2026 · 2 minute read

Lebanon harap Vatikan "desak" Israel jalankan kesepakatan

Jumat, 21 Agustus 2026 09:01 WIB

Image Print

Paus Leo XIV menyapa jemaat saat berlangsung audiensi umum mingguan di basilika St. Petrus, Vatikan, Rabu (19/8/2026). ANTARA/AFP/Filippo Monteforte/aa.

Istanbul (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun berharap Paus Leo XIV dapat melanjutkan upaya diplomatik untuk mendesak Israel agar menerapkan perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat, dengan menghentikan serangan dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Aoun menyampaikan harapannya itu saat berkunjung ke Vatikan, Kamis (20/8), di mana dia terlebih dahulu bertemu dengan Paus Leo XIV sebelum melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Vatikan Uskup Agung Richard Gallagher.

Menurut pernyataan dari Kantor Kepresidenan Lebanon, Aoun meminta agar upaya diplomatik terus dilakukan di berbagai forum internasional untuk memaksa Israel menerapkan ketentuan-ketentuan perjanjian kerangka kerja, yang dimediasi AS dan ditandatangani pada 26 Juni, serta menghentikan serangannya terhadap Lebanon.

"Presiden Aoun juga meminta Bapa Suci (paus Leo XVI) dan Takhta Suci (Vatikan) untuk mendukung Lebanon dalam mewujudkan penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari wilayah-wilayah Lebanon yang diduduki, sehingga membuka jalan bagi proses rekonstruksi," menurut pernyataan kantor kepresidenan tersebut.

Langkah-langkah itu, lanjut pernyataan tersebut, harus sejalan dengan perluasan kewenangan Lebanon atas seluruh wilayahnya serta monopoli keputusan perang dan damai.

"Itu sebagai satu-satunya jalan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di perbatasan," kata Aoun.

Pertemuan Aoun dengan Paus Leo XVI dan para pejabat Vatikan juga membahas kondisi politik, ekonomi, dan kehidupan di Lebanon, serta serangan Israel terhadap desa-desa, infrastruktur, dan warga sipil Lebanon.

Aoun tiba di Istana Apostolik Vatikan pukul 09.30 waktu setempat (14.30 WIB). Pertemuan antara Aoun dan Paus Leo XIV dilakukan secara tertutup selama sekitar setengah jam, sebelum Aoun bertemu dengan Parolin dan Gallagher.

Kunjungan itu berlangsung di tengah berlanjutnya pelanggaran oleh Israel di Lebanon, meskipun perjanjian kerangka kerja antara Lebanon dan Israel telah ditandatangani pada 26 Juni.

Perjanjian itu mengatur tentang hal penarikan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang didudukinya, sebagai imbalan atas pengerahan tentara Lebanon di wilayah tersebut dan pelucutan kelompok bersenjata kelompok Hizbullah.

Menurut Lebanon, Israel masih terus melancarkan serangan sejak 2 Maret hingga menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya. Serangan itu juga menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dan menimbulkan kerusakan luas.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian selama puluhan tahun dan sebagian lainnya sejak serangan sebelumnya terhadap Lebanon pada 2023-2024.

Dalam serangan terbaru, pasukan Israel telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon.

Sumber: Anadolu

\

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026