KRL Rangkasbitung Bakal Lebih Sering, Jeda Kereta Jadi 5 Menit

September 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengatakan frekuensi kereta rel listrik (KRL) di jalur Rangkasbitung akan ditingkatkan dengan memangkas jeda antarkereta atau headway dari saat ini 10-15 menit menjadi sekitar 4-5 menit.

Peningkatan ini dilakukan bersamaan dengan penambahan kapasitas rangkaian dan infrastruktur kelistrikan.

"Yang di arah Rangkas, itu akan kita tambah juga, akan kita tingkatkan juga pensinyalannya, sehingga yang sekarang itu 10-15 menit headway-nya, itu akan kita persingkat menjadi 4 sampai 5 menit headway dari kereta yang tadinya sudah SF12," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan menyiapkan peningkatan kapasitas tersebut karena jumlah penumpang KRL Jabodetabek terus bertambah. Bobby mengatakan jumlah penumpang pada semester I 2026 meningkat lebih dari 11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Untuk jalur Rangkasbitung atau Green Line, KAI akan memasang lima gardu traksi pada 2026 serta melakukan upgrading terhadap sembilan gardu lainnya.

Penambahan kapasitas listrik itu ditargetkan membuat seluruh perjalanan di jalur tersebut dapat menggunakan rangkaian SF12 mulai semester I 2027.

"Sekarang itu kita karena keterbatasan dari listriknya, kita itu hanya bisa menjalankan di situ SF10. Jadi kombinasi dari SF8 dan SF10, rangkaian 8 dan rangkaian 10. Begitu nanti kita tingkatkan listriknya, semuanya itu akan SF12," ujar Bobby.

Dengan perubahan tersebut, peningkatan kapasitas rangkaian dari kombinasi SF8 dan SF10 menjadi SF12 akan berjalan beriringan dengan peningkatan sistem persinyalan. Saat ini, perjalanan KRL di jalur tersebut masih dibatasi oleh kapasitas listrik dan sistem persinyalan.

Bobby menegaskan peningkatan kapasitas ini tidak berarti rute KRL diperpanjang hingga Serang atau Pandeglang. Untuk tahap tersebut, layanan tetap sampai Rangkasbitung.

Selain Green Line, KAI juga melakukan sejumlah pengembangan pada jaringan KRL Jabodetabek.

Di jalur Bogor, misalnya, Nambo Line akan diterminasi di Citayam sehingga tersedia tambahan 22 slot perjalanan ke arah Bogor. Langkah tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas Bogor Line lebih dari 30 persen.

KAI juga berencana memperpanjang elektrifikasi Bekasi Line dari Cikarang menuju Cikampek dan jalur Bogor dari Bogor menuju Cigombong. Perpanjangan tersebut ditargetkan selesai pada 2028.

Peningkatan kapasitas di jalur Rangkasbitung menjadi bagian dari rencana KAI meningkatkan kemampuan angkut KRL Jabodetabek secara keseluruhan.

Saat ini, rata-rata penumpang KRL Jabodetabek mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari, termasuk akhir pekan. Pada periode puncak, jumlahnya mencapai sekitar 1,3 juta penumpang per hari.

"Kita kan punya sekarang ini ada loop line yang dari Tanjung Priok. Kemudian kita punya Rangkas Line, kita punya Tangerang Line, kita punya Bogor Line, dan kita punya Bekasi Line. Pada saat ini, rata-rata harian itu 1,1 juta penumpang. Peak-nya itu 1,3. Dengan kita meningkatkan prasarana ini, itu kita menuju ke 2 juta penumpang," tutur Bobby.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/sfr)