Kemenperin sebut 280.000 motor listrik jadi penggerak ekosistem hijau
Rabu, 23 September 2026 19:35 WIB
Arsip Foto - Pramuniaga memeriksa kelengkapan motor listrik di sebuah dealer di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (24/9/2024). ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menyebut populasi 280.000 unit sepeda motor listrik yang digunakan masyarakat secara nasional turut mendukung pembentukan ekosistem kendaraan hijau dengan diperkuat kepastian regulasi dari hulu ke hilir.
"Kepastian regulasi sukses menstimulus lonjakan populasi kendaraan hijau di mana angka penggunaan sepeda motor listrik tercatat telah menembus 280.000 unit hingga Agustus 2026," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika pada Kemenperin Setia Diarta di Kabupaten Bekasi, Rabu.
Ia menyatakan pemerintah telah merajut regulasi komprehensif yang mencakup peta jalan manufaktur, insentif finansial hingga ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dalam skema 'Low Carbon Emission Vehicles'.
"Dari sisi regulasi, semua sudah komplit. Saat ini kami mengacu Perpres (Peraturan Presiden) maupun PP (Peraturan Pemerintah) dan implementasinya berjalan sangat baik sekali di lapangan. Ini menjadi pedoman kokoh bagi para pelaku industri dan investor," katanya.
Kemenperin memproyeksikan tren pertumbuhan kendaraan listrik akan bergerak semakin signifikan dipicu pergeseran pola pikir masyarakat dari pemakaian kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Faktor pendorong utamanya adalah tingginya ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global yang membuat efisiensi kendaraan listrik semakin dilirik oleh berbagai kalangan konsumen.
Dirinya menyebut dampak positif dari kepastian regulasi ini sudah terlihat nyata pada pangsa pasar kendaraan roda empat listrik. Penetrasi pasar mobil listrik di Indonesia secara akumulatif telah berhasil menyentuh angka 16,8 persen hingga periode Agustus tahun ini.
"Populasinya terpantau melaju pesat mengejar dominasi kendaraan berbasis fosil. Sementara untuk sektor roda dua, saat ini masih dalam fase mencari bentuk terbaik di pasar domestik," ucapnya.
Setia mengungkapkan intervensi maupun berbagai stimulan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dari pemerintah diyakini akan mempercepat fase adaptasi tersebut, terbukti dari pertumbuhan volume yang stabil.
Jika dirunut sejak tahun 2020 hingga kuartal ketiga tahun 2026, grafik pemakaian motor listrik di tanah air terus merangkak naik secara impresif dengan lompatan paling signifikan terjadi sepanjang 2023-2024 berkat dorongan program insentif dari pemerintah.
"Kemudian jika dibandingkan capaian tahun lalu, posisi pertumbuhan kita tahun ini sudah cukup naik signifikan dan angka ini dipastikan akan terus bertambah mengingat tahun 2026 masih berjalan," kata dia.
Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.