Korsel Amankan 15 Ranjau Darat yang Terbawa Banjir dari Perbatasan

August 2026 ยท 2 minute read

Bagikan:

JAKARTA - Otoritas Korea Selatan telah mengamankan 15 ranjau darat yang diduga terbawa arus akibat hujan deras dari perbatasan antar-Korea hingga ke wilayah pesisir mereka, menurut para pejabat pada Hari Jumat.

Choi Young-ran, kepala pertahanan sipil wilayah perbatasan barat laut Ganghwa, Korea Selatan, mengatakan 15 "ranjau darat yang diduga milik Korea Utara" telah "ditemukan di sepanjang area pesisir,"

Ia mengatakan kepada AFP, ranjau-ranjau tersebut - yang "diyakini terbawa arus selama musim monsun dan hujan deras baru-baru ini" - ditemukan dalam rentang waktu antara 23 Juli hingga 3 Agustus, seperti dikutip dari Al Arabiya (7/8).

"Kami telah mengamankan ke-15 ranjau tersebut," ujarnya.

Ganghwa, wilayah administratif kepulauan, terletak di muara Sungai Han yang dilintasi oleh garis perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Diketahui, Zona Demiliterisasi (DMZ), yang memisahkan Korea Selatan dengan Korea Utara sejak perang tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, merupakan salah satu lokasi dengan konsentrasi ranjau darat tertinggi di dunia.

Menurut data militer yang dikutip kantor berita Yonhap, diperkirakan terdapat sekitar 800.000 ranjau yang tertanam di sekitar wilayah tersebut - banyak di antaranya berasal dari masa perang - namun pemasangan ranjau baru juga terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Militer Seoul bulan lalu telah memperingatkan risiko hujan lebat yang dapat menghanyutkan bahan peledak ke sungai-sungai lintas batas, yang berpotensi menimbulkan "kerusakan serius" jika meledak di bagian hilir.

BACA JUGA:


Pada tahun 2015, dua tentara Korea Selatan yang sedang berpatroli di DMZ bagian barat kehilangan anggota tubuh akibat luka parah yang disebabkan oleh ranjau Korea Utara, menurut keterangan militer.

Pada akhir Juli, pemerintah wilayah Ganghwa mengeluarkan peringatan kepada warga mengenai bahaya ranjau Korea Utara di sepanjang area pesisir.

Sebelumnya, para pejabat setempat mengatakan pada Hari Rabu, mereka "tidak menutup kemungkinan adanya ranjau lain yang bisa terbawa ke sini."

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+