Ketua DEN Akui Hilirisasi Belum Adil, Pengusaha Lokal Masih Jadi Penonton

August 2026 · 2 minute read

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui hilirisasi belum sepenuhnya memberi manfaat yang adil kepada daerah penghasil. Pengusaha lokal juga masih banyak yang hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

Luhut menyampaikan hal tersebut saat menghadiri ulang tahun ke-50 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sekaligus peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri di Jakarta Theater, Jumat, 7 Agustus.

Menurut Luhut, hilirisasi memang telah mendorong ekspor produk nikel dan turunannya melonjak. Kawasan seperti Morowali dan Halmahera Tengah juga tumbuh pesat dan masuk dalam rantai pasok industri dunia.

Namun, menurut Luhut, pekerjaan belum selesai.

“Bagian untuk daerah penghasil belum adil. Pengusaha lokal masih banyak yang menjadi penonton di rumahnya sendiri,” kata Luhut.

Ia juga menyinggung persoalan lingkungan dan keselamatan kerja di kawasan industri hilirisasi.

“Ada persoalan lingkungan, ada persoalan keselamatan kerja yang merenggut nyawa,” ujarnya.

Luhut mengatakan persoalan tersebut ikut ditulis Bahlil dalam bukunya. Ia mengapresiasi keberanian Bahlil mengkritik pekerjaan yang selama ini ikut dijalankannya.

“Mengkritik orang lain itu gampang. Mengkritik pekerjaan sendiri di buku yang dicetak atas nama sendiri, itu yang jarang terjadi,” katanya.

BACA JUGA:


Luhut mengatakan kebijakan larangan ekspor bijih nikel pada masa awal juga menghadapi tekanan besar. Indonesia dicibir, digugat hingga Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO, dan dinilai tidak akan mampu menjalankan hilirisasi.

Menurut Luhut, situasinya kemudian berubah. Pihak yang dulu meragukan Indonesia kini justru datang untuk berinvestasi.

“Kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup,” kata Luhut.

Meski demikian, Luhut menegaskan capaian hilirisasi tidak cukup hanya diukur dari kenaikan ekspor atau tumbuhnya kawasan industri.

Ia mengatakan manfaat hilirisasi harus lebih besar dirasakan daerah dan masyarakat di sekitar industri. Pengusaha nasional dan daerah juga perlu mendapat ruang untuk naik kelas dalam rantai nilai.

“Pengusaha nasional, pengusaha daerah harus naik kelas dalam rantai nilai,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+