Korban insiden Bundaran HI jalani pemeriksaan Propam Polda Jabar
Senin, 3 Agustus 2026 21:48 WIB
Tangkapan layar dari video viral di media sosial Instagram melalui akun @jakpus24jam.id yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota Alphard yang terlihat menerobos lampu merah dan cekcok dengan sekuriti. ANTARA/Instagram/@jakpus24jam.id/Ilham Kausar.
Jakarta (ANTARA) - Petugas keamanan proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27) menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat (Jabar) terkait dugaan pelanggaran kode etik anggota kepolisian dalam insiden viral di Bundaran HI beberapa waktu lalu.
Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa mengatakan pemeriksaan itu dilakukan di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Senin, atas permintaan kliennya, meski sebelumnya Fiktor dijadwalkan memberikan keterangan di Polda Jawa Barat.
"Awalnya, dipanggil ke Polda Jawa Barat, tetapi kami meminta diperiksa di sini. Akhirnya, dari Polda Jawa Barat, datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan," kata Wiradarma.
Dia mengungkapkan penyidik Propam mengajukan sekitar 22 pertanyaan yang seluruhnya berkaitan dengan kronologi kejadian dan status perdamaian antara Fiktor dengan anggota kepolisian yang terlibat.
Dia juga menyebutkan materi pemeriksaan yang diterimanya tidak berbeda dengan keterangan yang telah disampaikan sebelumnya.
"Yang ditanyakan sama, cuma seputar kronologis saja," ujar Wiradarma.
Dia menambahkan berdasarkan informasi dari penyidik, proses penanganan perkara akan dilanjutkan melalui sidang kode etik setelah seluruh keterangan yang diperlukan terkumpul.
"Informasi dari penyidik, nanti setelah pengumpulan keterangan, akan ada sidang kode etik di internal kepolisian," tutur Wiradarma.
Sementara itu, Fiktor mengakui kondisi psikologisnya mulai membaik meski masih menyisakan trauma akibat peristiwa tersebut.
"Sudah berkurang jauh memang masalah traumanya, tapi memang masih ada," ungkap Fiktor.
Dia menuturkan trauma tersebut muncul ketika bertemu orang dengan postur tubuh besar atau berpenampilan seperti aparat saat sedang bertugas di lapangan.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan setelah kejadian.
Fiktor pun berharap peristiwa serupa tidak terulang dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati.
"Harapan saya ke depan, masyarakat lebih berhati-hati berkendara. Pejalan kaki maupun pengendara sama-sama saling menghargai di jalan," imbuh Fiktor.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Fiktor meminta maaf hingga bersujud kepada penumpang mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI viral di media sosial.
Polda Jawa Barat menyatakan anggotanya yang terlibat dalam peristiwa tersebut akan diproses melalui mekanisme kode etik internal.
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026