Komisi III DPRD Kaltim minta pemprov benahi manajemen perawatan Jembatan Mahulu - ANTARA News Kalimantan Timur

July 2026 · 2 minute read

Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur meminta pemerintah daerah segera membenahi manajemen perawatan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) lantaran kerusakan jembatan yang kembali terjadi dan mulai mengancam keselamatan pengguna jalan.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Muhammad Samsun di Samarinda, Minggu, menegaskan Jembatan Mahulu merupakan infrastruktur logistik yang sangat strategis.

Jembatan tersebut menjadi urat nadi utama dalam alur distribusi barang menuju Pelabuhan Peti Kemas Palaran di Samarinda.

Oleh sebab itu, pemerintah wajib memberikan atensi lebih terhadap pemeliharaan berkala infrastruktur penyeberangan tersebut.

"Beban kendaraan berat yang melintas setiap hari di atas Jembatan Mahulu menuntut skema perawatan yang jauh lebih intensif dibandingkan ruas jalan atau jembatan biasa," ujarnya.

Menurut Samsun, jika pemeliharaan terus ditunda atau diabaikan, tingkat kerusakan struktur akan meluas lebih cepat. Dampaknya, hal tersebut justru akan memicu membengkaknya biaya perbaikan di masa mendatang.

Ia menyatakan bahwa DPRD Kaltim siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal pengesahan tambahan anggaran, demi menjamin kondisi fisik Jembatan Mahulu tetap aman bagi mobilitas publik.

Samsun juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk menunda perawatan fasilitas publik yang vital.

Bagi legislatif, pembangunan proyek baru masih bisa ditangguhkan, tetapi pemeliharaan fasilitas eksisting yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat harus selalu diprioritaskan.

Selain kerusakan fisik pada badan jalan jembatan, Komisi III DPRD Kaltim menyoroti aspek keamanan lingkungan sekitar.

Samsun mendorong pengadaan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang bentang jembatan sesegera mungkin. Kebutuhan ini dinilai mendesak mengingat kawasan Jembatan Mahulu kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, tindak kriminalitas, hingga kasus percobaan bunuh diri.

Merespons hal tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud telah meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.

Ia segera memerintahkan tim ahli untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh komponen struktural jembatan, mulai dari kondisi lantai kendaraan, sambungan siar muai (expansion joint), sistem drainase, hingga pilar-pilar penopang utama.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjamin infrastruktur ini tetap aman, nyaman, dan kokoh hingga puluhan tahun ke depan," kata Rudy,.

Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada aspek pencahayaan. Pemprov Kaltim menilai sistem penerangan jalan umum (PJU) yang memadai di atas jembatan bukan sekadar aksesori estetika kota, melainkan instrumen vital dalam memberikan rasa aman dan menekan risiko kecelakaan bagi pengendara pada malam hari.

"Masyarakat harus merasa aman dan nyaman ketika melintasi jembatan ini. Oleh karena itu, perbaikan sistem penerangannya juga akan langsung kami perhatikan dan tindak lanjuti," sebut Gubernur Kaltim.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.