Surakarta -
Mau jalan-jalan ke museum tapi takut cepat bosan? Tahir Solo Museum punya konsep yang sedikit berbeda. Pengunjung diajak berkeliling dari mengenal planet, dinosaurus, hingga teknologi masa depan dalam satu perjalanan.
Tahir Solo Museum terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Area Tahir Solo Museum juga berdekatan dengan kampus Universitas Sebelas Maret dan Institut Seni Indonesia Surakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi Tahir Solo Museum
Dari pintu masuk utama atau lobi hall, traveler akan disuguhi dunia sejak tahap awal. Mulai dari area alam semesta, evolusi kehidupan, hingga Gaudí: seni arsitektur, semuanya bisa dikunjungi oleh traveler.
Area planetarium menjadi salah satu bagian yang memperkenalkan seperti apa dunia dan planet sebelum perjalanan berlanjut menuju kehidupan masa lalu. Di area berikutnya, traveler bisa menemukan koleksi dan replika yang berkaitan dengan kehidupan masa lalu.
Salah satu daya tarik museum ini adalah fosil dinosaurus asli berukuran raksasa yang didatangkan dari China. Bukan cuma dinosaurus, museum ini juga memiliki koleksi mamut.
Setelah diajak melihat kehidupan masa lalu, perjalanan kemudian bergerak menuju dunia masa kini dan teknologi. Di bagian tersebut, terdapat koleksi seperti Teleskop Hubble hingga replika Stasiun Luar Angkasa Tiangong.
Koleksi serta konsep pameran yang digunakan juga banyak berkaitan dengan China karena kurator museum bekerja sama dengan pihak dari negara tersebut. Pengunjung kemudian bisa naik ke lantai dua. D
i sana terdapat area pameran seni yang berganti-ganti. Zona pameran di lantai dua, museum bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Ada pula area library yang digunakan untuk zona pameran.
Di area ini, Tahir Solo Museum bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia Surakarta. Untuk anak-anak, pengalaman di museum enggak cuma berhenti pada aktivitas melihat koleksi.
Tahir Museum juga menyediakan area STEM yang jadi bagian dari konsep masa depan. Di area STEM, anak-anak dapat mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan robot, drone, hingga teknologi dan sains. Konsep tersebut memang disiapkan agar museum terasa lebih interaktif dan bukan sekadar menjadi tempat melihat benda pajangan.
"Jadi kita bikin mereka (pengunjung) ke sini tuh lebih kayak taman wisata, jadi kita punya edukator yang interaktif, segala macam itu yang bikin beda museum kita sama museum yang lain," kata Operational Manager Tahir Solo Museum, Darryl Yusuf, kepada detikTravel pada Jumat (28/08/2026).
Fasilitas Tahir Solo Museum
Tahir Solo Museum tergolong sebagai museum baru karena diresmikan pada 25 Juli 2026. Di sini, terdapat fasilitas pendukung berupa kafetaria. Traveler dapat menemukan penjual kopi atau sekadar duduk dan beristirahat setelah keliling area museum.
Namun, fasilitas makan di dalam museum masih terbatas. Restoran dan area F&B yang lebih lengkap belum tersedia dan masih menjadi bagian dari rencana pengembangan ke depan.
Kegiatan Seru di Tahir Solo Museum Museum Tahir memiliki education class yang bisa dinikmati para pengunjung dari segala usia.
Berikut adalah jadwal education class di Tahir Solo Museum.
- Universe & Planetarium, pukul 10.00 WIB di Lobby Hall/Ground Floor
- Space & Astronaut, pukul 11.00 WIB di First Floor
- Fossil & Dinosaur, pukul 14.00 WIB di Lobby Hall/Ground Floor
- Gaudi & Dinosaur, pukul 15.00 WIB di Lobby Hall
Jam Operasional Museum
Tahir Solo Museum bisa dikunjungi traveler setiap hari Selasa hingga Minggu. Pada hari Selasa hingga Jumat, jam operasional museum mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Untuk hari Sabtu dan Minggu, museum beroperasi dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Harga Tiket Tahir Solo Museum
Berikut adalah informasi harga tiket untuk mengunjungi Tahir Solo Museum.
- Anak usia di bawah 3 tahun: Gratis (S&K berlaku)
- Anak-anak, pelajar, dan mahasiswa: Rp 30.000
- Reguler: Rp 50.000
- Wisatawan asing (WNA): Rp 100.000
- 3 monthly pass: Rp 400.000
Dengan konsep tersebut, Tahir Solo Museum bisa menjadi pilihan wisata yang tidak cuma mengajak pengunjung melihat-lihat. Ada dinosaurus, planetarium, ruang seni, teknologi hingga kegiatan STEM yang membuat perjalanan di dalam museum terasa seperti berpindah dari masa lalu menuju masa depan.