China menegaskan kepentingannya setelah kesepakatan minyak AS-Venezuela - ANTARA News Kalimantan Selatan

September 2026 · 3 minute read

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menegaskan haknya dengan perusahaan minyak Venezuela harus tetap terjaga setelah Amerika Serikat merilis soal kesepakatan soal pengelolaan energi di negara Amerika Latin tersebut.

"Kami mengetahui soal kesepakatan tersebut. Saya ingin menekankan bahwa kerja sama China-Venezuela dilindungi oleh hukum internasional dan hukum kedua negara. Hak dan kepentingan sah China di Venezuela harus dilindungi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (1/9).

Pemerintah AS pada Senin (31/8) merilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela melalui sebuah lembar fakta yang dimuat di situs resmi Gedung Putih, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan itu, otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP), sebuah perusahaan swasta yang juga produsen minyak swasta terbesar kedua di Venezuela, untuk mengelola 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti (proven reserves) mencapai sekitar 65 miliar barel.

Sebagai imbalannya, NABEP memberikan kepemilikan saham sebesar 35 persen kepada Office of Strategic Capital (OSC) yang berada di bawah Departemen Perang AS di perusahaan induknya.

"China selalu menganjurkan agar hubungan antar negara ditangani sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, dan kerja sama ekonomi dan perdagangan antar negara harus mengikuti prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan kerja sama yang saling menguntungkan," tegas Guo Jiakun.

Dalam lembar fakta itu disebutkan bahwa NABEP juga memberikan hak untuk membeli dengan harga setara biaya produksi kepada Departemen Luar Negeri AS sebanyak 20 persen dari output seluruh ladang yang ada saat ini maupun di masa mendatang yang dioperasikannya, serta hak untuk mendapatkan penawaran lebih dulu (right of first refusal) terhadap 80 persen sisanya.

Pemerintah AS pun memiliki hak veto atas penunjukan anggota mana pun di dalam jajaran direksi NABEP, sementara mayoritas anggota dewan direksi harus merupakan warga negara AS. Kesepakatan antara pemerintah AS dan NABEP tunduk pada hukum AS dan berada di bawah yurisdiksi pengadilan AS.

Lembar fakta itu menyebutkan jutaan barel output minyak baru Venezuela akan diproses melalui kilang-kilang minyak AS dan dialirkan menggunakan rig pengeboran serta infrastruktur milik AS.

Pemerintah AS menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan membebani pembayar pajak di Amerika sama sekali.

Trump dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi kilang minyak besar maupun kecil pada Selasa (1/9), ungkap sejumlah laporan pada Senin.

Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 28 persen di tengah operasi militer AS terhadap Iran.

Minyak Venezuela menyumbang sekitar 4 persen dari total impor minyak China yang sebagian besar sumber minyaknya berasal dari Timur Tengah dan Rusia. Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, diperkirakan mencapai 303 miliar barel, yang mencakup sekitar 17 persen dari cadangan terbukti global.

Menurut American Enterprise Institute, China telah menginvestasikan 2,1 miliar dolar AS ke industri minyak Venezuela sejak 2016.

Data Morgan Stanley menunjukkan bahwa China National Petroleum Corporation (CNPC) memegang saham dalam konsorsium dengan konsesi yang mencakup 1,6 miliar barel minyak, sementara China Petroleum & Chemical Corporation (Sinopec) memegang saham yang mencakup 2,8 miliar barel.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China tegaskan haknya di industri minyak Venezuela harus dilindungi

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.