Madura Raya (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) membangun tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi dan usaha perikanan warga di wilayah itu.
"Tiga kampung nelayan yang kini sedang dibangun berada di tiga desa, yakni Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Desa Branta, Kecamatan Tlanakan dan Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pamekasan Abdul Fata di Pamekasan, Jumat.
Ia menjelaskan, pembangunan ketiga kampung nelayan tersebut telah dimulai sejak sepakan lalu dan saat memasuki pemasangan pondasi.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan ini, sambung dia, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat pesisir.
"Diskan Pemkab Pamekasan telah membentuk tim khusus untuk melakukan monitoring secara berkala terhadap proses pembangunan kampung nelayan tersebut," katanya.
Menurut Abdul Fata, dengan adanya monitoring secara berkala, diharapkan setiap tahapan pembangunan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat nelayan.
Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir.
"Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Padelegan dan Desa Branta, serta di Desa Lesong Daja, dapat berjalan sesuai target serta menjadi kawasan yang lebih tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Pamekasan," katanya.
KNMP merupakan program strategis pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengubah kawasan pesisir tradisional menjadi ekosistem ekonomi modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program ini menargetkan ribuan titik di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Fokus utamanya program ini, antara lain sebagai bentuk penguatan rantai pasok dan rantai dingin (cold chain) hasil tangkapan ikan, meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan adanya integrasi nelayan dengan pasar secara langsung," kata Abdul Fata.
Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.