Apa Isi Perjanjian Renville?

August 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Perjanjian Renville merupakan salah satu perjanjian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjanjian ini dibuat untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda setelah Agresi Militer Belanda I.

Lalu, apa isi Perjanjian Renville dan bagaimana pengaruhnya terhadap Indonesia?

Baca Juga: Mengapa Bangsa Indonesia Memperjuangkan Kemerdekaan? Ini Latar Belakang dan Tujuannya

Perjanjian Renville ditandatangani pada 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan tersebut melibatkan delegasi Indonesia dan Belanda dengan bantuan Komisi Tiga Negara dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengakuan Garis Van Mook

Salah satu isi penting Perjanjian Renville adalah pengakuan terhadap garis demarkasi yang dikenal sebagai Garis Van Mook. Garis tersebut menjadi batas antara wilayah yang dikuasai Indonesia dan wilayah yang berada di bawah kekuasaan Belanda.

Ketentuan ini membuat wilayah Republik Indonesia menjadi semakin terbatas.

Penarikan Pasukan Indonesia

Perjanjian Renville mengatur bahwa pasukan Indonesia harus ditarik dari wilayah-wilayah yang berada di belakang Garis Van Mook.

Ketentuan tersebut menyebabkan pasukan Indonesia harus meninggalkan sejumlah daerah yang sebelumnya menjadi basis perjuangan. Salah satu peristiwa yang berkaitan dengan ketentuan ini adalah hijrahnya pasukan Divisi Siliwangi dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.

Pengakuan Kedaulatan Indonesia dalam Bentuk Negara Federal

Dalam perundingan tersebut, Belanda mengakui keberadaan Republik Indonesia sebagai salah satu bagian dari negara Indonesia Serikat yang direncanakan akan dibentuk.

Dengan demikian, konsep negara federal menjadi bagian dari penyelesaian politik yang ditawarkan dalam perjanjian tersebut.

Persiapan Pembentukan Negara Indonesia Serikat

Perjanjian Renville juga berkaitan dengan rencana pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Belanda sebelumnya telah membentuk sejumlah negara bagian di wilayah yang dikuasainya.

Rencana tersebut kemudian menjadi bagian dari proses politik Indonesia-Belanda sebelum akhirnya Indonesia kembali menjadi negara kesatuan pada 1950.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kanada Bakal Jumpa Belanda atau Maroko, Stephen Estaquio Janjikan Permainan Terkeras

Dampak Perjanjian Renville

Perjanjian Renville memberikan dampak yang cukup berat bagi Republik Indonesia. Wilayah kekuasaan Republik Indonesia menjadi semakin sempit dan posisi politik serta militernya menjadi lebih sulit.

Meskipun demikian, perjanjian tersebut menjadi salah satu upaya diplomasi Indonesia dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di tengah konflik dengan Belanda.

Memahami apa isi Perjanjian Renville penting untuk melihat perjalanan diplomasi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Perjanjian yang ditandatangani pada 17 Januari 1948 tersebut memang memberikan sejumlah kerugian bagi Republik Indonesia, terutama karena wilayahnya semakin terbatas.

Namun, perundingan Renville tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan politik dan diplomasi Indonesia menghadapi Belanda.