Palembang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju, Sumatera Selatan, mengembangkan Breezon MC-32 sebagai refrigeran ramah lingkungan berbasis propylene (R1270) yang memiliki potensi rendah terhadap pemanasan global.
Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju Asrinur dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Selasa, mengatakan pengembangan Breezon merupakan kelanjutan inovasi Kilang Plaju dalam menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan.
"Inovasi akan terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Dari Musicool hingga Breezon, kami berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, termasuk lapisan ozon," katanya.
Ia menjelaskan perjalanan inovasi refrigeran tersebut telah dimulai sejak 2006 melalui Musicool, yakni refrigeran hidrokarbon yang dikembangkan Kilang Plaju sebagai alternatif refrigeran konvensional.
Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, pekerja Kilang Plaju kemudian mengembangkan Breezon MC-32 sejak 2018.
Breezon MC-32 memiliki Ozone Depleting Potential (ODP) nol sehingga tidak merusak lapisan ozon. Produk tersebut juga memiliki Global Warming Potential (GWP) yang sangat rendah.
Selain aspek lingkungan, Breezon MC-32 memiliki tingkat kemurnian minimal 99,7 persen berat. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan produk tersebut berpotensi menghemat konsumsi listrik sekitar 20 hingga 30 persen dengan kebutuhan massa pengisian yang lebih rendah dibandingkan refrigeran sintetis.
Baca juga: Kilang Plaju penuhi permintaan 120 ton breezon di Sumbagsel dan Jatim
Baca juga: Breezon Kilang Plaju ubah cara pandang dunia terkait refrigeran
Ia menjelaskan, pengembangan Breezon juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama melalui pengembangan produk yang memperhatikan aspek lingkungan dan efisiensi energi.
Upaya tersebut sejalan dengan transformasi Kilang Plaju dalam mendukung operasional yang lebih berkelanjutan, termasuk pengembangan Green Refinery sebagai bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Breezon MC-32 saat ini telah dimanfaatkan di lingkungan Pertamina Group. Salah satunya oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mendukung operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.
"Pemanfaatan tersebut sekaligus menunjukkan penggunaan hasil inovasi dalam negeri untuk mendukung kebutuhan industri di lingkungan Pertamina Group," jelasnya.
Kilang Plaju berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi yang mendukung efisiensi energi sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan produk refrigeran tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan mendukung kebutuhan industri pada masa mendatang.
Baca juga: Indonesia turunkan emisi dengan kurangi bahan perusak ozon
Baca juga: Cegah impor perusak ozon ilegal, RI raih penghargaan Protokol Montreal
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.